Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Mencoblos dalam Pemilu 2019 adalah hak setiap warga negera Indonesia. Namun, pencoblos disabilitas merasa kurang terlayani dengan baik.
Pemilu susulan 2019, bagi warga di dua distrik yakni distrik Abepura dan Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua yang berlangsung, Kamis (18/4/2019), secara keseluruhan berjalan lancar dan aman.
Sayangnya, sebagian rakyat, khususnya warga tuna netra (tidak dapat melihat atau buta) dari binaan Yayasan Humania kurang terlayani dengan baik.
Pantauan langsung reporter Jubi di tempat pemungutan suara (TPS) 031 dan TPS 032, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, lokasi dimana warga tuna netra baik perempuan dan laki-laki menyalurkan hak politiknya, kurang mendapat pelayanan prioritas.
Nelson Kapouw, seorang warga tuna netra mengaku, dirinya cukup lama menunggu sebelum menyalurkan hak suaranya.
“Saya dari jam 8:00 pagi sudah datang ke TPS, tapi duduk menunggu sangat lama. Ada kurang lebih 2,5 jam saya menunggu sebelum mencoblos,” katanya kepada Jubi.
“Pemilu kali ini kami warga tuna netra kurang terlayani dengan baik saat mencoblos. Berbeda dengan pemilu atau pilkada wali kota dan gubernur sebelumnya,” ujarnya.
Inaya, pendamping tuna netra perempuan, mengatakan semua warga tuna netra dari Humania menyalurkan hak suaranya tanpa terkecuali.
“Kami datang sejak jam 8:00 pagi ke TPS. Kami juga antri seperti masyarakat umum lainnya sebelum petugas KPPS TPS mempersilakan mencoblos,” katanya.
Ada sekitar 30 warga tuna netra di yayasan Humania, ditambah keluarga dan pendamping ikut mencoblos pada Pemilu susulan, Kamis (18/4/2018). (*)
Editor: Dewi Wulandari
