Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Panitia Besar (PB) PON XX Papua menolak dengan tegas rencana pemerintah pusat untuk mempertandingkan 10 cabang olahraga di luar Papua.
Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda, mengatakan cara (model) ini harus dihentikan, karena apa yang sudah dipersiapkan Papua adalah kesanggupan tuan rumah, harusnya provinsi lain bangga karena salah satu provinsi di ufuk timur dengan segala keterbatasan memiliki niat besar gelar PON.
“Jadi kalau hari ini ada wacana, beberapa cabor PON akan diselenggarakan di luar Papua itu sudah tidak benar, sekalipun nanti ada peraturan yang dikeluarkan presiden, tetapi mari hargai kami sebagai tuan rumah,” kata Wonda di Jayapura, Senin (10/2/2020).
Menurut ia, jika pemerintah ingin menerapkan cara seperti itu, silahkan terapkan di PON berikutnya, jangan sekarang.
“Mari biarkan konsentrasi seluruh provinsi hanya ke Papua, sebab dari keterbatasan kami, Papua siap melaksanakan dan siap menjadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.
Yunus Wonda menambahkan, Papua sangat aman dalam menyelenggaraan PON XX, “Jangan percaya isu-isu yang beredar karena seluruh masyarakat Papua menjamin keamanan seluruh tamu yang akan datang di Bumi Cenderawasih,” sambungnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal menegaskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2020 tetap akan dilaksanakan di Papua.
“Saya mau tegaskan sekali lagi bahwa PON tetap di Papua, tidak ada di provinsi lain,” kata Klemen.
Sebelumnya pada September 2019 lalu, PB PON mengusulkan pencoretan 10 cabor berdasarkan kondisi persiapan PON 2020 Papua. Khususnya terkait venue pertandingan yang masih belum selesai.
“Kita berharap dari 10 (cabor) itu sudah menjadi tawaran kita dari tuan rumah dan daerah untuk pusat,” beber Plt Kadispora Papua Alexander Kapisa kepada suara.com, 19 September 2019 lalu.
Informasi yang dihimpun, 10 cabang olah raga yang dicoret itu yakni balap sepeda, bridge, Kriket, dansa, gateball, pentaque, ski air, soft tenis, tenis meja, woodball. (*)
Editor; Syam Terrajana
