Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Sentani, Jubi – Pawai obor dan ibadah padang mewarnai perayaan Paskah di Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Jemaat Yoa Nibi Doyo Baru, Klasis Waibu Moi, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (1/4/2018).
Pawai obor dan ibadah padang ini diikuti ratusan anggota jemaat yang terdiri dari Persekutuan Anak dan Remaja (PAR), Persekutuan Anggota Muda (PAM), Persekutuan Kaum Bapa (PKB), Persekutuan Wanitia (PW), dan majelis jemaat.
Pawai obor dimulai sekira pukul 03.30 WP, menempuh jarak kurang lebih enam kilometer (pulang-pergi). Titik mulai, lokasi kamp PAR selama lima hari terakhir, di area seluas empat kali lapangan voli. Lokasi yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari gereja Jemaat Yoa Nibi inilah, digelar ibadah padang yang dimulai sekira pukul 05.00 WP atau setelah pawai.
Pendeta Leonora E Torey yang memimpin ibadah memilih pembacaan Alkitab dari Injil Matius pasal 28 ayat 1-10 dengan Kebangkitan Yesus dan Roma pasal 6 ayat 18.
Ibadah padang ini diselingi drama dari PAM yang menggambarkan kekerasan dalam rumah tangga, sehingga masa depan anak-anak terlantar, seorang ayah yang sering mabuk sehingga anak terantar, dan seorang peselingkuh, juga pemberontakan.
"Drama ini menggambarkan bagaimana kehidupan sehari-hari di lingkungan kita. Proses menuju kebangkitan itu sulit. Drama ini menunjukkan setiap orang lemah, sehingga tidak dapat melakukan sesuatu," kata Pendeta Torey dalam khotbahnya.
Namun lanjut dia, Yesus berkata "ikutlah Aku, Ku tunjukkan jalan mengasih sesama dan diri sendiri, mengampuni dan diampuni, memperbaiki dan memulai kembali, mengganti badai kehidupan dengan kematian. Menentukan tujuan akhir manusia dan Allah.
"Dalam Matius pasal 28 ayat 1-10, tidak menunjukkan laki-laki atau perempuan, tapi Yesus menunjukkan siapa yang mau menerima fajar Paskah. Siapa yang mau menerima kebenaran itu," ujarnya.
Selain itu katanya, dalam Roma pasal 6 ayat 18 dikatakan, kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Menurutnya, menjadi hamba kebenaran sebenarnya adalah anugerah, sehingga bagaimana menjaga kebenaran itu dalam hidup.
"Kita harus menang dalam Kristus karena keselamatan telah menanti," ucapnya.
Sementara Penatua Jemaat Yoa Nibi, Yulius Entong mengatakan, seluruh umat Kristiani wajib merayakan fajar Paskah, hari bangkitnya Yesus Kristus dari antara orang mati, karena menebus dosa umat manusia.
"Tuhan bangkit kita harus bersorak sorai memulikan Tuhan. Jangan tidur-tiduran di fajar Paskah," kata Entong. (*)
