Pemkot Jayapura perpanjang belajar dari rumah hingga 2 Agustus 2020

papua-anak-sekolah-belajar-di-rumah
Seorang siswa kelas IV SD Negeri Inpres Skyline Jayapura-Papua sedang belajar di rumah - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura memperpanjang pembelajaran secara daring atau online dari rumah bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama.

Keputusan ini sesuai instruksi Wali Kota Jayapura Nomor 8 Tahun 2020 tanggal 4 Juli 2020 tentang perpanjang peningkatan dan perluasan langkah pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kota Jayapura, Papua.

Read More

Selain itu, perpanjang sistem pembelajaran dari rumah juga dituangkan dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Jayapura Nomor 443.4/324/SET tanggal 12 Juni 2020 tentang perpanjangan sistem pembelajaran siswa dalan rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura.

“Pembelajaran secara daring dari rumah yang semula berakhir 30 Juni 2020 diperpanjang dari 1 Juli 2020 sampai 2 Agustus 2020. Keputusan ini sambil dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan atau situasi. Sehingga penerapannya tepat sasaran,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, di Kantor Wali Kota Jayapura-Papua, Kamis (16/7/2020).

Selain peserta didik, Tomi Mano menambahkan perpanjangan bekerja dari rumah juga berlaku bagi guru dan pegawai Tata Usaha.

“Tetap lakukan pekerjaan sesuai tugasnya masing-masing dan lakukan pembinaan dan pendampingan kepada peserta didik sehingga proses belajar mengajar tetap jalan dan juga mengurangi aktivitas peserta didik di luar rumah sehingga tidak terpapar virus korona,” ujar Tomi Mano.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo, mengatakan dengan mengalihkan sementara aktivitas belajar dari sekolah ke rumah, orang tua masing-masing peserta didik harus mendampingi anaknya belajar di rumah sehingga waktu libur menjadi bermanfaat.

“Ada belajar.kemdikbud.go.id adalah rumah belajar secara daring. Sudah ada tugas dan materinya sehingga tidak mengurangi frekuensi anak belajar karena bisa diakses secara online. Wali murid harus menjalin komunikasi secara intensif dengan guru terkait proses pembelajaran jarak jauh ini sehingga berjalan efektif,” ujar Pasolo.

Kepala SMP Negeri 1 Jayapura, Purnama Sinaga, menjelaskan dalam pembelajaran daring para guru menggunakan aplikasi google class room. Bukan hanya itu, bahkan ulangan harian juga berbasis daring bagi kelas 7, 8, dan 9 untuk membantu nilai rapor semester.

“Kalau peserta didik yang tidak mempunyai fasilitas (handphone bukan android) bisa belajar dengan kakak atau orangtuanya (saat jam belajar dan ujian). Kalau tidak punya pulsa data bisa bergabung dengan teman sekelasnya yang punya akses WiFi,” ujar Sinaga.

Sinaga menambahkan dalam proses belajar daring pihak sekolah berkomunikasi dengan orangtua agar mendukung anaknya belajar dengan memberikan fasilitas pembelajaran pada jam belajar yang sudah ditentukan sehingga peserta didik tidak ketinggalan pelajaran.

“Kami bersyukur proses itu (belajar daring) bisa berjalan 100 persen. Dampak secara positif, yaitu meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam bidang IT,” ujar Sinaga. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts