Pasifik tinjau penggunaan data bencana alam

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Suva, Jubi – Delegasi enam negara Pasifik telah meninjau kembali penggunaan data pasca-bencana alam di sebuah pertemuan di Fiji.

Menurut UNDP, negara-negara dan wilayah pemerintahan di kawasan tersebut melaporkan 615 bencana alam selama tiga dekade terakhir yang menelan biaya dari ekonomi sebesarn AS$ 4,4 Miliar.

Pada tahun 2005, negara-negara kepulauan kecil mulai melakukan post-disaster needs assessments (penilaian kebutuhan pascabencana) atau PDNA untuk memastikan dukungan yang memadai dapat disediakan kepada daerah-daerah yang paling terkena dampak bencana dan mencoba membangun tingkat ketahanan terhadap bencana lainnya di masa depan.

Konsultan PBB dan ahli penilaian bencana Asha Kambon mengatakan pertemuan di Fiji ini mencoba untuk menekankan pentingnya nilai PDNA ke negara-negara Pasifik.

“Untuk mengamati bagaimana informasi ini digunakan, bagaimana hal itu diterima, apakah itu memiliki efek yang diinginkan. Namun mereka juga mencoba mengestimasikan biaya pemulihan yang diperlukan. Oleh karena itu, penting untuk melihat apakah informasi itu digunakan atau tidak, bagaimana informasi ini digunakan, dan ini adalah kesempatan bagus untuk melihat apakah mereka masih memerlukan lebih banyak pelatihan dan seberapa dalam keseluruhan proses, dan seterusnya.”

Keenam negara yang berpartisipasi dalam peninjauan tersebut adalah Samoa, Fiji, Vanuatu, Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon dan Tuvalu.(Elisabeth C. Giay)

Related posts