Pasar Youtefa Lama ditutup Rabu ini

Aktivitas di Pasar Youtefa Lama sebelum dipindahkan. - Jubi/Ramah
Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan mulai Rabu (16/12/2020), Pasar Youtefa Lama akan ditutup sehingga tidak ada aktivitas jual beli.

“Semua (pedagang) saya arahkan ke Pasar Youtefa Baru untuk melakukan jual beli,” ujar Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (14/12/2020).

Read More

Menurut Tomi Mano, Pasar Youtefa Lama sudah tidak layak karena sering banjir dan tidak tertata dengan baik.

“Setelah tutup, langsung dibongkar, kita ratakan. Tidak ada aktivitas penjualan,” ujar Tomi Mano.

Dikatakan Tomi Mano, Pasar Youtefa Baru yang terletak di Jalan Raya Otonom itu sangat representatif, aman, bersih, dan tidak tergenang banjir.

“Saya pastikan semua pedagang mendapatkan tempat di Pasar Baru Youtefa. Pasar ini kami bangun untuk masyarakat agar meningkatkan ekonomi, dan mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan,” ujar Tomi Mano.

“Preman yang menghambat pemindahan ke lokasi Pasar Youtefa Baru, saya minta untuk ditangkap. Ada enam orang yang sudah ditangkap karena memprovokasi pedagang,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menambahkan, agar tidak ada jual beli tempat jualan di Pasar Youtefa Baru karena bikin susah Pemerintah Kota Jayapura.

“Kita mau mengatur pasar dengan baik. Contoh di Pasar Hamadi, dibangun melebihi jumlah pedagang, tapi saat mau ditempati pedagang malah tidak cukup. Ini kan aneh, karena ada staf yang ikut bermain jual beli tempat jualan,” ujar Tomi Mano.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, mengatakan akan memberikan sanksi kepada pedagang yang tidak mau pindah ke Pasar Youtefa Baru.

“Kalau mereka tidak mau masuk ke pasar baru (yang sudah mengambil nomor undian lapak), maka kami batalkan dan kami serahkan kepada warga yang mau bersedia berjualan di Pasar Youtefa Baru,” ujar Awi.

Dikatakan Awi, seluruh fasilitas di Pasar Youtefa Baru bisa menampung semua pedagang di pasar lama sehingga tak perlu khawatir tidak mendapatkan tempat.

“Jumlah pedagang di pasar baru yang sudah terdata ada 1.100 orang. Jangan takut kalau tidak laku, pembeli pasti datang. Saya harapkan kerja sama semua pedagang demi kebaikan kita semua,” ujar Awi. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts