Papua tergetkan memvaksin 229.000 pelajar

papua
Pelajar SMA Negeri 4 Jayapura sedang menunggu divaksin di sekolahnya, Kamis, 5 Agustus 2021. - Jubi/Theo Kelen.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ratusan siswa SMA Negeri 4 Jayapura, Papua sejak pukul 8 pagi memadati halaman sekolah. Kehadiran mereka pada Kamis, 5 Agustus 2021 itu untuk mengikuti “Vaksinasi Merdeka” yang diadakan Dinas Pendidikan, Perpustakan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua yang bekerja sama dengan Polda Papua.

Vaksinasi di sekolah itu akan berlangsung hingga 17 Agustus 2021 dan diadakan tiga gelombang untuk menghindari kerumunan.

Read More

Di antara siswa yang divaksin ada Pingki Munte Murib dan Marlina Kanggunum. Pingki siswa Kelas X IPA 6 sudah antre sejak pukul 8 pagi. Satu jam antre ia dipanggil, tensinya diperiksa dan riwayat penyakitnya ditelusuri petugas Kesehatan. Ia aman menerima vaksin dan disuntik dengan vaksin Sinovac 0,5 ml.

Kemudian dilanjutkan dengan observasi 30 menit. Tubuhnya tidak mengalami gejala. Ia baik-baik saja.

Petugas lalu memberikan sertifikat vaksin dan Murib disuruh vaksinasi dosis kedua pada 2 September 2021.

BACA JUGA: Apa yang dirasakan jurnalis Jubi seminggu setelah divaksin Sinovac?

Murib awalnya khawatir divaksin karena takut dengan jarum suntik. Ia harus menahan rasa takutnya. Baginya dengan menerima vaskin bisa terhindari dari penularan virus Covid-19.

“Tapi alasan utama agar saya bisa cepat belajar tatap muka di sekolah,” katanya.

Selain Murib ada Marlina Kanggunum yang juga ikut divaksin. Siswi Kelas XI IPA 3 itu awalnya ragu.

“Pas datang ke sekolah masih kepikiran bagaimana kalau selesai vaksin nanti gejalanya apa?  Karena banyak isu vaksin bisa bikin tambah sakitlah,” katanya.

Namun demi kesehatan ia memutuskan tetap divaksin. Setelah divaksin ia ternyata baik-baik saja. Karena itu ia mengajak teman-temannya untuk mengikuti jejaknya.

“Ayo vaksin biar kam bisa sehat, saya juga sehat supaya wabah ini cepat mereda dan kita bisa kembali ke sekolah, karena sekolah online ribet sekali,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua Chirstian Sohilait menargetkan vaksinasi bagi pelajar di seluruh Papua sebanyak 229 ribu pelajar. Sedangkan khusus klaster yang melaksanakan PON XX ditargetkan 51 ribu pelajar untuk divaksin.

“Dari 51 ribu di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke sudah sampai 30 persen,” katanya.

Tahapan vaksinasi untuk pelajar dilaksanakan dengan memperhatikan ajuran dari Ikatan Dokter Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia. Juga syarat-sayarat lain, terlebih dahulu melakukan sosialisasi akan manfaat dari vaksin kepada orang tua siswa.

“Semua sekolah sudah menyampaikan kepada orangt ua, yang siap silakan bawa anak-anaknya vaksinasi, tempatnya bisa di sekolah atau di puskemas,” katanya.

Jika divaksin di sekolah jumlahnya harus di atas 150. Jika di bawah 150 orang, sekolah tersebut harus bergabung dengan sekolah lain.

“Kalau masih kurang lagi bergabung lagi dengan sekolah lain atau mencari alternatif lain,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 4 Jayapura Laba Sembiring mengatakan dari 1.412 siswanya yang bersedia divaksin dikonfirmasi melalui Google Form sebanyak 447 orang. Sisanya masih berpikir dan masih belum dapat memberikan keputusan untuk mengikuti vaksinasi karena kondisi kesehatan dan alasan lainnya.

”Tapi itu bukan berarti mereka tidak akan divaksin, barangkali hari ini (Kamis, 5 Agustus 2021) mereka tidak siap saja karena satu dan lain hal, termasuk kondisi kesehatannya,” katanya.

Menurut Sembiring bukan berarti siswa yang belum menerima vasksin tidak mengikuti proses pembelajaran, karena semua siswa berhak untuk mendapatkan fasilitas pendidikan. Namun, demi membentengi diri dan keluarga dari virus korona siswa, katanya, lebih baik divaksin

“Sehingga begitu PPKM Level 4 sudah kembali ke dalam keadaan normal maka kami SMA 4 Jayapura sudah siap untuk melaksanakan keputusan SKB 4 Menteri, pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah dan tetap mengikuti protokol kesehatan dan disertai dengan vaksinasi,” katanya.

Duta vaksin

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri saat meninjau pelaksanan vaksinasi bagi pelajar di SMA Negeri 4 Jayapura pada Kamis, 5 Agustus 2021 mengatakan sesuai imbaun pusat, “Vaksinasi Merdeka” dilakukan 1-17 Agustus 2021.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Perpustakan, dan Arsip Daerah Papua untuk melakukan vaksinasi ‘dor to dor’  ke SMA, khususnya yang ada di Kabupaten Jayapura dan dan Kota Jayapura, ini kita prioritaskan dulu untuk menerima vaksin,” ujarnya.

Kapolda berharap kepada pelajar yang sudah divaksin bisa menjadi duta vaksin bagi keluarganya dan masyarakat. Caranya dengan membagikan pengalaman mereka supaya masyarakat atau orang tua yang belum divaksin juga ikut divaksin.

“Karena sekarang yang paling penting untuk  membentengi diri itu vaksin, di samping itu kita tetap menjaga protokol kesehatan dengan menerapkan semua 3M dan melakukan 3T, supaya kita menjaga daerah kita, khususnya di Papua, dan lebih khusus lagi di klaster-klaster yang melaksanakan PON,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Related posts