Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pesepakbola Papua, Todd Rivaldo Fere, mendapat hukuman larangan bermain dalam kompetisi sepak bola Indonesia selama setahun. Hukuman itu sebagaimana telah tercatat oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi kasta tertinggi Indonesia, BRI Liga 1 2021/2022.
Sekretaris Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Suryansyah, menilai hukuman yang diberikan Komisi Displin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak adil dan tak logis.
“Ini namanya mematikan karier atlet [pesepak bola Persipura Todd Fere],” kata Suryansyah dalam pesan WhatsApp kepada Jubi, Rabu (23/11/2021) dini hari.
Suryansyah yang juga redaktur pelaksana (Redpel) Topksor itu memepertanyakan hal fatal apa yang mendasari hukuman yang diberikan Komdis PSSI kepada Todd Fere.
“Tidak ada kekerasan. Tidak ada kontak fisik. Sadis hukumannya,” ujarnya.
Suryansyah menyatakan hukuman sadis itu mengindikasikan bahwa Liga Indonesia belum profesional.
Ia bahkan membandingkan kondisi ini dengan liga-liga top dunia semisal Liga Inggris dan Liga Spanyol yang dalam pelaksanaan suatu keputusan terhadap pesepak bola tidak asal “main sikat”.
“Liga pro seperti di Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Spanyol saja nggak begitu jatuhkan sanksi. Paling banter 3 pertandingan jika menyentuh perangkat pertandingan,” katanya mencontohkan sekaligus membandingkan dengan Liga Indonesia.
Baca juga: Jacksen Tiago andalkan Todd Ferre jadi otak serangan Persipura
Terpisah, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, mengatakan hukuman terhadap Todd Fere merupakan ranahnya Komdis PSSI.
“Putusan hukuman dikeluarkan oleh Komdis PSSI, PT LIB sebagai operator kompetisi hanya mencatat di administrasi,” kata Akhmad Hadian Lukita saat dikonfirmasi Jubi lewat panggilan gawai.
Manajemen Mutiara Hitam sendiri belum bersikap mengenai hukuman terhadap Todd Fere. Namun sampai berita ini dikabarkan, tim kebanggaan masyarakat Papua ini tentu akan menempuh jalur terbaik guna memproteksi gelandang muda ini.
“Rencana akan banding, manajemen [Persipura] masih pelajari dulu,” kata juru bicara Persipura, Eveerth Joumilena. (*)
Editor: Dewi Wulandari
