Papua No. 1 News Portal | Jubi
Dogiyai, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai maupun seluruh pemerintahan di wilayah Meepago dianggap tidak fokus mengurus pendidikan. Mereka lebih fokus mengurus pemekaran daerah otonom baru (DOB) Provinsi Papua Tengah.
Pasalnya, jika DOB dihadirkan maka kesiapan sumber daya manusia (SDM) bagi warga asli Papua masih sangat minim, bahkan yang telah menyelesaikan studi strata satu dan magister bisa dihitung dengan jari.
Hal itu ditegaskan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Dogiyai, Yustinus Agapa. Dia mengatakan semua pihak hanya mengejar uang dan kekuasaan dengan mengabaikan kebutuhan mendasar yakni pendidikan.
“Sekolah dan guru mati di tengah kepentingan pribadi segelintir orang. Hari ini masyarakat dan siswa di Dogiyai buta huruf sudah mencapai 99 persen,” ungkap Yustinus Agapa di hadapan ribuan demonstran di halaman kantor DPRD Dogiyai, Senin (22/2/2021).
Menurut Agapa, keberadaan pendidikan setelah hadirnya Kabupaten Dogiyai malah lebih buruk dibandingkan saat masih berstatus kecamatan.
“Setelah hadir kabupaten, pendidikan makin menurun, malah lebih buruk dibandingkan saat masih berstatus kecamatan. Daripada urus pemekaran provinsi dan hadirkan polres, lebih mari menjadi guru untuk masyarakat supaya pendidikan tidak mati suri,” kata dia.
Baca juga: Warga Dogiyai tolak DOB dan Mapolres
Marius Goo, mewakili awam Katolik se Dogiyai, mengatakan orang yang akan bekerja di tingkat Provinsi Papua Tengah adalah mereka yang telah berpendidikan tinggi, bukan warga biasa.
Menurut dia, Kabupaten Dogiyai tergolong daerah yang minim menghasilkan sarjana karena tidak ada biayai dari pemerintah daerah kecuali tugas belajar.
“Berapa orang yang sudah selesai S3, S2, dan S1 di sini? Karena yang akan kerja di provinsi itu orang yang selesai S3, S2, dan S1, tidak butuh kamu warga sipil yang tak tahu apa-apa,” ungkap Goo.
Karena itu, pihaknya menantang pemerintah daerah agar wajib menyediakan SDM sebagai modal awal untuk pembangunan manusia dan daerah. (*)
Editor: Dewi Wulandari
