Pemkot Jayapura diminta optimalkan Terminal Mesran

papua-terminal-mesran
Terminal Mesran Jayapura di Jalan DR. Sam Ratulangi - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua diminta mengoptimalkan Terminal Mesran untuk mengurai kemacetan demi keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas.

“Terminal Mesran ini harus difungsikan secara optimal, karena macet supaya tidak terjadi penyempitan badan jalan oleh kendaraan (yang parkir),” ujar Ketua Komisi B DPRD Kota Jayapura Bidang Pembangunan dan Infrastruktur, Giovano Pattipawae, di Jayapura, Kamis (31/12/2020).

Read More

Menurut Pattipawae, terminal yang terletak di Jalan DR. Sam Ratulangi itu belum dioptimalkan secara masksimal sehingga masih banyak angkutan kota jurusan Base-G, Pasir 6, dan Dok V, masih terparkir di badan jalan.

Selain itu, lanjut Pattpawae, angkutan kota masih menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan, seperti di depan Mal Jayapura dan GOR Cenderawasih, yang dianggap sebagai terminal bayangan.

“Memang sebagai angkot sudah masuk, tapi penataanya harus diperbaiki lagi. Seperti menyediakan atap kanopi untuk termpat berlindung baik sopir dan penumpang, dan menyediakan kembali warung makan dan kios yang dulunya pernah berjualan di Terminal Mesran ini,” ujar Pattipawae.

Dikatakan Pattipawae, dengan mengoptimalkan pengoperasian Terminal Mesran, dapat menambah Pendapatan Asli Daerah bagi Pemerintah Kota Jayapura, sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Harapan saya, kesadaran para sopir untuk mentaati peraturan dan imbauan Pemerintah Kota Jayapura saat diminta untuk bongkar muat penumpang di Terminal Mesran ini. Semua ini untuk kebaikan bersama,” ujar Pattipawae.

Baca juga: Wali Kota Jayapura minta DPRD jalankan fungsi pengawasan

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengimbau Dinas Perhubungan untuk segera menata pelayanan di Terminal Mesran sehingga pelaksanaanya berjalan dengan baik.

“Angkot masih banyak terparkir di luar terminal sehingga menyebabkan kemacetan. Apalagi saat hari-hari besar keagamaan sangat macet,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano mengharapkan semua kendaraan yang beroperasi baik bus dan angkot harus menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam terminal sehingga tidak ada lagi di luar terminal karena mengganggu keamanan dan kenyamanan lalu lintas,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts