Papua No. 1 News Portal | Jubi
Wamena, Jubi – Meski di beberapa daerah di Papua mulai berlakukan pemeriksaan swab antigen untuk perjalanan menggunakan transportasi udara maupun laut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya masih tetap memberlakukan rapid test antibody untuk keluar masuk Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengatakan untuk menjaga masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua tersebut, pihaknya masih tetap melakukan pemeriksaan rapid test antibody.
“Karena saat rapat beberapa kali dengan gubernur, untuk menjaga wilayah dikembalikan ke bupati masing-masing. Maka untuk menjaga masyarakat, kami masih menggunakan rapid test,” kata Jhon Banua kepada wartawan di kantor DPRD Jayawijaya, Kamis (11/3/2021).
Alasan bupati itu karena ia telah menemukan ada calon penumpang dari Bandara Sentani hendak ke Jakarta melakukan swab antigen dan dinyatakan positif Covid-19, tetapi karena kadar CT Value-nya (kandungan virus dalam lendir) di atas 30, maka yang bersangkutan diizinkan berangkat.
“Menggunakan swab antigen orang yang positif ketika tes masih dinyatakan negatif kalau kadar CT-nya di atas 30. Saya sudah punya bukti semua bukan satu dua orang saja,” katanya.
Meski tidak terjadi di Wamena, namun hal itu menjadi patokan Pemkab Jayawijaya tetap akan melakukan rapid test antibody jika hendak masuk dan keluar Wamena.
“Memang ini bukan kasus di Jayawijaya, tetapi itu pengalaman dan saya tahu sendiri makanya kami bertahan dengan rapid test,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dokter Willy Mambieu, mengatakan jika saat ini sedang disusun rancangan peraturan daerah untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya.
Baca juga: Sejumlah wartawan di Wamena divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya: Membantu kita sosialisasi
“Dinas Kesehatan sedang menyusun dalam rangkaian apabila ada masyarakat maupun ASN, TNI-Polri yang sudah lakukan vaksinasi, apakah mereka bisa berpergian tanpa rapid test, masih dalam penyusunan,” katanya.
“Pemberian vaksin ini bukan berarti akan bebas dari Covid-19. Kemungkinan terkena Covid-19 masih bisa, tetapi gejalanya tidak sama bagi yang belum menerima vaksin. Tetap lakukan rapid test jika ingin berpergian, karena instruksi dari Pemerintah Provinsi Papua, rapid test antibody diganti dengan rapid test antigen namun dilihat lagi sesuai kebutuhan masing-masing daerah juga kebijakan kepala daerah,” pungkasnya. (*)
Editor: Dewi Wulandari
