| Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Akademi Universitas Ottow Geisler Papua Kepala LPPM, Philips Ramadei, menyarankan pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kota Jayapura agar memberikan penanganan serius kepada pelaku usaha asli Papua, karena rentan terkena virus korona.
“Tatanan kehidupan baru di era new normal dalam lingkup pelaku usaha orang asli Papua yang berjualan di dalam maupun luar pasar. Ini harus yang kita pikirkan,” ujar Ramandei di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (12/6/2020).
Menurut Ramandei, ketika Pemerintah Kota Jayapura membuat kebijakan tentang penanganan dan pencegahan virus korona, dan aturan itu diberlakukan pasti berhadapan dengan pelaku usaha tersebut.
“Ini memang sangat dilema, karena pemerintah menuntut sesuatu yang baik tapi kenyataan di lapangan tidak sesuai kenyataan, karena masih banyak pedagang asli Papua yang belum mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker dan sarung tangan,” ujar Ramandei.
Diakui Ramandei, membuat kebijakan di Papua dan luar Papua harus berbeda karena ada pendekatan khusus yang perlu diperhatikan demi kepentingan bersama dalam hal ini bagi pelaku usaha asli Papua
“Untuk mama-mama Papua yang mempunyai usaha kecil-kecilan demi keberlangsungan kehidupan rumah tangganya sehingga saran saya Pemerintah Kota Jayapura agar menyiapkan masker supaya menjaga penyebaran (virus korona) dari pembeli dan ini harus dijaga,” ujar Ramandei.
Menanggapi saran tersebut, Asisten II Setda Kota Jayapura, Nurjainudin Konu, mengatakan setiap organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura memangkas anggaran 50 persen untuk penanganan virus korona.
“Sedang dibahas. Itu pun masih sangat kurang. Saran itu sangat penting juga, namun harus memperhatikan faktor-faktor lainnya khususnya penganggaran sehingga semua warga di Kota Jayapura dapat terlayani kesehatannya,” ujar Konu. (*)
Editor: Edho Sinaga
