Pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan untuk kembangkan usaha

papua-kadisperindagkop-kota-jayapura
Kadisperindagkop dan UMKM Kota Jayapura saat mengalungkan tanda peserta pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah asli Papua perwakilan dari lima distrik di Kota Jayapura, mengikuti pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan selama dua hari di Pasar Youtefa Baru, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (22/9/2020).

Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Diklat Kota Jayapura dan OPD terkait, dengan harapan memberikan ilmu dan motivasi dalam mengembangankan usaha, mengatur keuangan (pembukuan dan pencatatan), dan meningkatkan daya saing.

Read More

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, mengatakan pelatihan dimaksud diadakan setiap tahun (setiap tahun 100 orang). Mulai dari 2015 hingga 2020 tercatat sudah 600 pelaku UMKM dibina.

“Jadi, tahun pertama kami lakukan pendampingan, setalah itu kami lakukan pelatihan dan bantuan usaha (diberikan dua kali dalam dua tahun). Tingkat keberhasilan hingga 93 persen karena yang dilatih adalah mereka yang sudah memiliki usaha, baik perdagangan dan industri,” ujar Awi.

Awi menambahkan dalam pendampingan dan pelatihan pelaku UMKM di Kota Jayapura seperti kios, usaha roti, penjual pinang, noken, dan ikan asar bukan hanya orang asli Papua (80 persen) tapi juga non Papua (20 persen).

Baca juga: Baru 25 persen UMKM di Kota Jayapura yang bisa akses perbankan

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, melalui Asisten II Setda Kota Jayapura, M. Nurjainudin Konu, mengatakan UMKM merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan salah satu pilar utama yang harus mendapatkan dukungan sebagai wujud keberpihakan pemerintah.

“Ikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Harus mampu berinovasi karena usaha yang berkembang mampu menghadirkan kesuksesan. Jangan campur adukan uang usaha dan konsumsi supaya tertata dengan baik,” ujar Konu.

Salah satu peserta pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan, Konstantina Worabay, mengatakan sangat bermanfaat karena memberikan wawasan dalam mengatur dan mengelola keuangan maupun usaha sehingga bisa berkembang.

“Saya berharap kepada Disperindagkop Kota Jayapura agar terus memberikan pendampingan dan pelatihan khususnya kepada kami mama-mama Papua supaya kami juga bisa berkembang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tapi juga bisa bersaing,” ujar Worabay. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts