Pelajaran seni rupa di sekolah bisa kembangkan bakat dalam beragam profesi

Seniman di Papua
Perupa Elya Alexander Tebay. -Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Pegiat seni rupa di Nabire, Elya Alexander Tebay mengatakan pelajaran dasar seni rupa di sekolah penting untuk mengembangkan kemampuan siswa mengaktualisasikan ekspresi mereka. Pelajaran dasar seni rupa juga penting untuk mengembangkan bakat para siswa dalam beragam pilihan profesil, seperti desainer, seniman, atau arsitek.

“Bakat seni siswa-siswi generasi Papua [itu ada], sehingga saya mengajari dasar-dasar seni kepada mereka. Pelajaran dasar seni [rupa] itu sangat penting untuk [mengembangkan kemampuan] serta mewariskan [kekayaan tradisi dan] seni budaya kepada generasi muda Papua,” kata Elya Alexander Tebay kepada jubi, Jumat (12/02/2021).

Read More

Tebay mengatakan banyak bakat seni rupa generasi muda yang muncul, baik dalam kegiatan belajar mengajar internal sekolah maupun di luar sekolah. Banyak perupa di Papua belajar dasar seni rupa dari pelajaran menggambar di sekolah, atau secara otodidak.

“Mereka memunyai talenta, itu baik. Mereka mulai berekspresi di jalan, di [tembok] gedung, membuat kaligrafi [atau] tulisan indah. Kendalanya, mereka harus memahami sedikit ilmu seni, agar ilmu dan bakat mereka [berpadu dan] bisa membuat karya yang luar biasa,” kata Tebay.

Tebay pernah mengajarkan teknik dasar seni rupa kepada para murid sejumlah sekolah di Nabire—seperti SMA dan PGSD Anak Panah, SMK 2 Wonerejo, SMK Petra, dan SMA PGRI Nabire. Menurut Tebay, siswa sering terkejut dengan materi yang diajarkan, seperti membuat garis misalnya, sangat berpengaruh kepada hasil akhir karya. Awalnya, para siswa menganggap hal seperti itu sederhana/sepele.

Baca juga: Nick Young Money berpulang, para seniman Hip-hop Papua berduka

“Ilmu seni dasar yang saya ajarkan mulai dari bagaimana cara membuat titik, membuat garis, menyediakan ruang, bidang, dan membentuk sebuah rupa. Ilmu dasar itu sebagai pijakan mereka untuk berkarya,” katanya.

Tebay mengatakan pelajaran dasar seni rupa dapat membantu siswa yang berbakat seni untuk menghasilkan karya yang menawan dan indah. “Apa yang menjadi kekurangan mereka, itulah yang saya ajarkan, agar mereka tidak mengulangi kesalahan. Banyak yang saya temukan [mampu] melukis, tapi dari segi [teknik] pewarnaan masih belum [bagus]. Atau proporsi mewarnai wajah manusia, dan sebagainya, harus dimantapkan lagi,” katanya.

Pelajaran dasar seni rupa membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan bakat seni mereka dalam beragam pilihan profesi. “Mereka memunyai peluang untuk menjadi desainer, seniman, arsitek, dan sebagainya,” kata Tebay.

Perupa muda di Nabire, Kurnianto Degei juga ingin merangkul generasi muda Papua yang berbakat seni rupa untuk belajar melukis bersama.  “Harapan besar saya, ada wadah seniman milenial yang dibina, dan [mampu membuat] perhelatan seni rupa tanpa harus menunggu pemerintah,” katanya.

Degei menyebut perhelatan seni rupa, seperti pameran misalnya, akan membuat karya para perupa diapresiasi publik. “Jika tidak, nanti tinggal hanya karya,” kata Degei.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts