Direnovasi, pedagang ikan di PP Hamadi tetap diizinkan jualan

Pedagang ikan pengecer di PP Hamadi, Kota Jayapura, Papua
Pedagang pengecer ikan di Pelabuhan Perikanan Hamadi di Kota Jayapura - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Selama Pelabuhan Perikanan (PP) Hamadi di Kota Jayapura, Provinsi Papua direnovasi, sebanyak 17 pedagang ikan (yang menggunakan meja) dan 43 pedagang sayur dan campuran akan direlokasi di pasar sentral Hamadi.

Meski dilakukan renovasi atau perbaikan, tidak semua pedagang ikan di Pelabuhan Perikanan Hamadi dipindahkan. Ada 150 pedagang ikan pengecer yang tetap diizinkan berjualan.

Read More

“Itu (pedagang pengecer ikan) tidak apa-apa. Mereka tetap boleh berada di lokasi Pelabuhan Perikanan Hamadi,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (2/3/2021).

Dikatakan Sibi, diizinkannya pedagang ikan pengecer tersebut bertujuan untuk meramaikan karena menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelelangan ikan.

“Mereka (pedagang pengecer) tidak mengganggu aktivitas selama renovasi. Hanya saja, mereka ditertibkan agar tidak berjualan di dermaga. Jadi, mereka akan jualan setelah proses lelang ikan selesai,” ujar Sibi.

Dikatakan Sibi, tidak direlokasinya semua pedagang ikan di Pelabuhan Perikanan Hamadi karena katerbatasan tempat di pasar sentral Hamadi.

“Supaya Pelabuhan Perikanan ini tidak sepi dari aktivitas jual beli perikanan. Saya berharap, pedagang yang akan direlokasi tidak sepi pembeli di tempat yang baru,” ujar Sibi.

Baca juga: Ini alasan pedagang di PPI Hamadi direlokasi

Seorang pedagang ikan, Andi Ahmad, mengatakan bila semua pedagang ikan di Pelabuhan Perikanan Hamadi dipindahkan, dapat menyulitkan aktivitas pedagang ikan terutama pedagang ikan keliling.

“Saya sendiri tidak masalah kalau dipindahkan selama pasar ikan ini direnovasi. Kalau proses lelang dilakukan di pasar sentral Hamadi seperti dulu tidak masalah,” ujar Andi.

Andi berharap dengan renovasi Pelabuhan Perikanan Hamadi dapat menjadikan pasar lebih bersih, nyaman, tidak bau, dan tertata rapi.

“Kami ingin pasar ikan yang higienis supaya pembeli yang datang berbelanja merasa nyaman, penjualan kami juga bertambah banyak,” ujar Andi. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts