Pasar tradisional di Kota Jayapura mulai ramai pembeli

papua-pasar-hamadi
Aktivitas jual beli di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aktivitas jual beli di pasar tradisional di Kota Jayapura, Papua, mulai bergeliat sejak pemerintah daerah setempat mengumumkan pemberlakukan new normal atau kenormalan baru pada 1 September 2020.

Lapak-lapak pedagang mulai ditempati karena pembeli mulai memadati pasar, setelah beberapa waktu sempat tutup akibat sepi pembeli karena pandemi Covid-19.

Read More

Ditemui di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura-Papua, Kamis (3/9/2020), seorang pedagang pakaian, Ahmad, mengatakan mulai 1 September kembali membuka kiosnya setelah empat bulan tidak berjualan. Ia memilih menutup sementara kiosnya karena sepi pembeli.

“Saya jalan masker untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, pasar sudah ramai, sudah banyak pembeli lagi,” ujar Ahmad.

Dikatakan Ahmad, sempat bertahan selama satu bulan membukan kiosnya meski sepi pembeli, namun penghasilannya jauh di bawah penghasilannya saat sebelum pandemi Covid-19.

“Satu bulan saya bertahan jualan tapi lakunya paling banyak Rp100 ribu, sedangkan pendapatan saya kalau hari normal bisa diatas Rp2 juta per hari. Harapan saya kondisi pasar kembali normal sehingga penjualan saya juga kembali normal. Saya tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti pakai masker dan menyiapkan tempat cuci tangan (untuk para pembeli) sebelum masuk kios,” ujar Ahmad.

Baca juga: Selama pandemi Covid-19 PKL di Kota Jayapura kesulitan jualan

Senada dengan Ahmad, seorang penjual komoditas pertanian, Yanti, mengaku senang pemerintah memberlakukan new normal. Selama pandemi Covid-19 penghasilannya seret hingga turun sekitar 70 persen dari pendapatan normalnya.

“Saya berharap pembeli tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga pasar bebas dari virus korona, dan aktivitas jual beli tetap lancar sehingga penghasilan bisa bertambah. Sudah cukup lama kami mengalami kerugian karena barang saya busuk, tidak laku akibat sepi pembeli,” ujar Yanti.

Meski mengalami kerugian, dikatakan Yanti, dirinya tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mengurangi stok barang dagangannya untuk meminimalkan kerugian.

Seorang pengunjung pasar, Maryam, mengaku selama pandemic Covid-19 tidak berani berbelanja ke pasar karena takut terpapar korona. Apalagi ditemukan pedagang yang terinfeksi korona. Namun setelah diberlakukannya new normal ia mulai datang berbelanja ke pasar.

“Mudah-mudahan aman. Saya datang berbelanja ke pasar tidak lama-lama, untuk mencegah (penularan korona). Harapan saya pedagang dan pengunjung yang lain tetap menerapkan protokol kesehatan demi kesehatan kita semua. Kewaspadaan itu penting,” ujar Maryam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua mulai menerapkan new normal pada 1 September 2020. Seluruh aktivitas termasuk proses belajar belajar di sekolah, akan diberlakukan kembali menuju normal seperti sebelum pandemi Covid-19. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts