Orangtua wajib mendampingi anak ke sekolah

Papua-Wali Kota Jayapura
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan orangtua wajib mendampingi anaknya terutama peserta didik tingkat Sekolah Dasar atau SD saat ke sekolah karena masih pandemi Covid-19.

“Kalau anak-anak pergi ke sekolah ambil bahan ajar (tidak punya handphone android) harus didampingi,” ujar Tomi Mano di Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Papua, Kamis (10/6/2021).

Read More

Menurut Tomi Mano, pendampingan itu dilakukan agar anak tidak berlama-lama di luar rumah setelah kembali dari sekolah sehabis mengambil bahan ajar agar tidak tertular Covid-19.

“Peran orangtua sangat penting khususnya dalam proses balajar sekaligus mendampingi serta mengawasi anaknya untuk menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan oleh gurunya,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menambahkan tahun ajaran baru 2021/2022 belajar tatap muka di ibukota Provinsi Papua ini masih dilakukan secara bertahap terutama SD kelas 6 dan SMP kelas 9 untuk mencegah peserta didik tertular Covid-19.

“Kami tidak menjadikan anak ini sebagai kelinci percobaan, kami juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak karena merupakan hak manusia yang harus dijaga dan diperhatikan,” ujar Tomi Mano.

Baca juga: Pemkot Jayapura perketat prokes warga dari bandara dan pelabuhan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo, mengatakan terus melakukan pengawasan sesuai standar operasional prosedur, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Satu minggu dua kali sekolah dan waktu belajar hanya 2 jam agar siswa tidak berlama-lama di sekolah. Guru memberikan tugas dengan tidak memberatkan siswa sehingga anak tidak stres,” ujar Pasolo.

Pasolo menambahkan saat belajar dari rumah siswa tetap semangat dan rajin belajar, bahkan semua kegiatan belajar termaksud absen juga terpantau guru melalui grup WhatsApp.

“Berdasarkan survei yang kami lakukan baik belajar online dan offline siswa mengikuti dengan baik. Saya juga berharap guru dan siswa tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular Covid-19,” ujar Pasolo. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts