Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Ratusan karyawan PT Freeport Indonesia (PT FI) di Mimika, Papua melakukan demonstrasi dan memalang jalan di Mile 74, Jalan Ridge Camp, Senin (24/8/2020), sekira pukul 02.00 dini hari hingga pukul 09.00 Waktu Papua (WP).
Informasi ini diperoleh Jubi dari seorang karyawan PT FI yang enggan disebutkan namanya, yang berada di lokasi, ikut demonstrasi bersama ratusan karyawan lainnya
Berdasarkan informasi yang diterima jubi dari lapangan, jalan tersebut menghubungkan Kota Tembagapura atau MP 68, MP 72, dan MP 74, yang merupakan area operasional pertambangan PT Freeport Indonesia.
Massa aksi yang juga karyawan PT FI memasang tenda dan menyalakan api di jalan tersebut. Pemalangan akses jalan dilakukan karyawan dengan cara memarkir alat berat berupa wheel loader dan truk di tengah jalan, serta mendirikan tenda-tenda kecil untuk berlindung karena hujan.
Selain itu, karyawan juga membentangkan spanduk bertuliskan permintaan kepada manajemen PT Freeport Indonesia untuk membuka akses bus SDO (Schedule Day Off) atau bus yang mengantar jemput karyawan dari Tembagapura ke Timika dan sebaliknya.
Narasumber Jubi di lapangan itu mengatakan pihaknya sudah melakukan aksi sebanyak tiga kali dengan tuntutan yang sama. Pada aksi keempat ini massa aksi minta Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, harus datang mendengar langsung aspirasi para demonstran.
“Kami minta Bupati Mimika hadir mengoperasikan bus SDO ke Timika. Karena bus tersebut sudah tidak berorperasi selama sembilan bulan,” katanya kepada Jubi di Jayapura-Papua, melalui sambungan selulernya, Senin (24/8/2020).
Pada Jumat, 14 Agustus 2020, karyawan PT FI menggelar tuntutan lain selain pengoperasian bus SDO. Karyawan minta PT FI segera membayar extra besik selama pandemic Covid-19.
“Sebab ini perusahaan berskala internasional tapi persoalan kecil begini tidak bisa mengatasinya, itu aneh,” katanya.
Ia mengatakan dalam aksi tersebut dihadiri juga Kapolsek Tembagapura dan manajer departemen di manajemen PT Freeport Indonesia. Mereka sedang mengkomunikasikan kepada bupati untuk hadir dan menerima aspirasi para demonstran.
“Kami minta agar kali ini harus ada jawaban resmi dari Bupati Mimika. Karena sudah tiga kali tunggu belum ada jawaban. Jadi hari ini ratusan karyawan melakukan pemalangan. Palang akan dibuka apabila Bupati Mimika hadir,” katanya.
Baca juga: Wagub Papua minta Freeport hentikan sementara mobilisasi karyawan
Vice President Coorporate Communications PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, melalui pesan WhatsApp mengatakan belum menerima langsung aspirasi karyawan yang resmi. Bila alasan karyawan melakukan demo karena menuntut diaktifkannya kembali SDO, itu akan diterapkan sekitar bulan Februari-Maret 2021. Alasanya, itu bagian dari pengendalian pandemi Covid-19.
“Kami melakukan pembatasan perjalanan bagi karyawan untuk menjaga protokol kesehatan dan keselamatan karyawan, keluarga, dan komunitas,” katanya. (*)
Editor: Dewi Wulandari
