Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa (2/2/2021) malam, yang menyebabkan banjir dan pohon tumbang di sejumlah tempat, membuat warga masyarakat di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua berada dalam kewaspadaan.
Selain itu, hujan yang turun selam tiga hari tanpa henti tersebut membawa banyak sampah ke Danau Sentani. Beraneka ragam sampah seperti botol plastik dan sampah rumah tangga, terbawa arus sungai yang bermuara di Danau Sentani.
Pantauan Jubi, Jumat (5/2/2021), sampah-sampah kiriman ini sebagian masuk dan tertambat di rumah-rumah warga masyarakat di Danau Sentani.
Saat musim hujan seperti sekarang ini, jumlah sampah di Danau Sentani lebih banyak dibanding saat musim kemarau.
“Kami tahu pasti sampah banyak apalagi kalau sudah hujan dan banjir. Karena banjir sedikit saja itu sampah banyak. Jadi mau bagaimana, rumah-rumah masyarakat ini di kolong itu pasti sampah botol, plastic, dan sampah lain, banyak sekali,” kata Betsedya Monim, warga yang tingga di Danau Sentani, kepada Jubi, Jumat (5/2/2021)
Monim berharap masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan di berbagai perumahan di kota Sentani sadar untuk tidak membuang sampah di sungai. Bila mereka membuang sampah ke sungai, yang terkena dampak adalah warga yang tinggal di Danau Sentani.
“Orang-orang dorang ini buang sampah begitu saja bagus tapi kami ini yang kena dampaknya. Danau Sentani ini tempat kami mencari kehidupan, jadi kalau bisa jangan buang sampah kah,” ucapnya.
Baca juga: Hujan tiga hari, BTN Yahim Gajah Mada terendam air kiriman
Monim mengatakan dinas terkait harus membuat satu langkah yang baik untuk mengatasi masalah sampah di Danau Sentani.
“Dari dinas mereka harus buat satu solusi untuk atasi sampah ini dan juga sampaikan ke masyarakat agar tidak buang sampah begitu saja. Kalau bisa yang buang itu ketemu kasih denda,” kata Monim.
Hal yang sama juga dialami masyarakat di sekitar Komba. Mereka mendapatkan sampah kiriman yang terbawa arus sungai.
“Kalau hujan itu sampah banyak sekali. Kami biasa angkat dan buang ke darat. Kami cuma minta itu dinas terkait cobalah tertibkan orang-orang yang buang ini kah, biar jangan kami kena dampak. Sampah perkotaan dan kotoran dari sisa bengkel minyak-minyak itu jangan dialirkan ke sungai, itu akan membuat air ini tambah rusak dan ikan-ikan nanti, justru tidak baik lagi,” kata seorang warga Komba, Nikolaus Yoku. (*)
Editor: Dewi Wulandari
