Papua No. 1 News Portal | Jubi
Manokwari, Jubi – Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Papua Barat melakukan penelusuran kontak ke warga lokal dan aparatur sipil negara (ASN) yang bermukim di sekitar [balai diklat] tempat penampungan 411 prajurit BKO Kodam XVIII Kasuari di Kampung Andai, untuk menjalani pemeriksaan swab, guna memastikan apakah ada penularan atau tidak, setelah 36 dari 411 prajurit BKO terkonfirmasi positif korona.
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, mengatakan dari temuan 36 kasus positif anggota BKO, gugus tugas juga telah melakukan tracing kontak di kalangan warga lokal maupun ASN, yang berdomisili di sekitar Balai Diklat Pemprov Papua Barat, di Kampung Andai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
“Semua yang berpotensi tertular kita telusuri. Untuk warga sudah sekitar 20 sampai 30 orang yang kita ambil swab. Tinggal tunggu hasilnya juga akan diumumkan,” kata Tiniap, di Manokwari, Papua Barat, Selasa (21/7/2020).
Dikatakan Tiniap, pemeriksaan swab terhadap warga lokal dan ASN di sekitar Balai Diklat Pemprov Papua Barat, mengingat para anggota BKO kemungkinan besar telah berbaur ke rumah, kios, dan warung makan di sekitar balai diklat.
“Ini penting, agar kita bisa pastikan apakah ada penularan atau tidak, sehingga tim gugus tugas dan pemerintah bisa lebih siap,” katanya.
Baca juga: Hasil tes korona anggota BKO TNI AD di Manokwari diumumkan Rabu besok
Sebanyak 36 anggota BKO yang terkonfiormasi positif, kata Tiniap, saat ini masih berada dalam pemantauan di tempat karantina RSU Papua Barat. Kondisi kesehatan mereka hingga Selasa (21/7/2020) terpantau cukup bagus.
“Mereka ini rata-rata tidak menunjukkan gejala yang menonjol. Ada satu yang punya gejala serius dan sempat dirawat di rumah sakit Kodim, sebelum di bawa ke sini. Pernah diinfus juga tapi kemarin sudah dilepas dan sekarang kondisinya sudah jauh lebih bagus,” ucap dr Arnoldus.
Meskipun demikian, lanjut Arnold, ada satu pasien itu masih dirawat di tempat terpisah. Sedangkan 35 prajurit lainya diisolasi di bangsal yang lain.
“Yang 35 orang ini suhu tubuhnya normal. Kondisi kesehatanya cukup bagus dan tidak ada yang membutuhkan penanganan khusus. Sedangkan yang satu saat ini kondisinya sudah bagus tapi kami masih harus terus memantau, agar tidak kembali drop,” ujar Arnold menambahkan. (*)
Editor: Dewi Wulandari
