Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Atlet tenis lapangan andalan DKI Jakarta, Fitriani Sabatini dan Fitriana Sabatini, merasa sedih belum bisa merebut juara dalan pertandingan nomor beregu putri di partai final saat menghadapi Jawa Timur.
“Sebenarnya sedih juga tapi itulah pertandingan harus diterima secara sportif,” ujar Fitriani Sabatini usai pertandingan di arena Tenis Sian Soor di Kantor Wali Kota Jayapura, Minggu (3/10/2021).
Menurut Fitriani, kegagalan merebut juara dalam pertandingan tenis di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua menjadi pelajaran berharga yang membuatkan lebih giat lagi berlatih.
“Kami mohon maaf karena tidak bisa memberikan kemenangan sesuai harapan. Saya berharap ke depannya bisa meraih juara untuk mengharumkan nama DKI Jakarta di cabang olahraga tenis,” ujar Fitriani.
Kesedihan juga tampak dari raut wajah Fitriana saat Aldila Sutjiadi dan Jessy Rompies mengalahkan mereka dalam partai final di PON Papua.
“Kami mohon maaf belum bisa mempersembahkan medali emas untuk DKI Jakarta di melalui olahraga tenis. Harapan saya ke depannya selalu diberikan yang terbaik,” ujar Fitriana.
Baca juga: Tenis PON Papua: Jatim sapu bersih medali emas beregu
Fitriani dan Fitriani turun di partai ganda yang merupakan pertandingan penentu karena kedudukan sebelumnya (partai tunggal) imbang 1-1.
Set pertama sebenarnya mampu dimenangkan DKI Jakarta dengan skor 6-4, namun set kedua atlet kembar ini tertinggal jauh setelah Aldila Sutjiadi dan Jessy Rompie bangkit dengan skor 2-6.
Set ketiga babak penentu, masing-masing atlet memberikan perlawanan sengit, penonton di tribun sama-sama menyemangati tim tenis DKI Jakarta dan Jatim, hingg akhirnya Jatim berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 7-9. (*)
Editor: Dewi Wulandari
