Disperindagkop Kota Jayapura anggarkan Rp600 juta untuk UMKM

Papua-Kadisperindag Kota Jayapura
Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Provinsi Papua, menganggarkan Rp600 juta untuk membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM guna mendukung kelancaran dalam usaha.

“Anggaran ini kami siapkan selama 2021 supaya pelaku usaha kami dapat meningkatkan produktivitas kerja dan peningkatan ekonomi,” ujar Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/8/2021).

Read More

Dikatakan Awi, UMKM binaan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura tersebar di lima distrik dengan jumlah sebanyak ada 17 ribu dari berbagai sektor usaha, seperti kerajinan aksesoris, kuliner, batik, dan keripik.

“Semoga menjadi produktivitas peningkatan kerja mereka sehingga roda ekonomi bisa optimal dan menciptakan kemandirian dalam berusaha dengan menghasilkan produk berdaya daya dengan harga terjangkau,” ujar Awi.

Dikatakan Awi, setiap tahun dilakukan pendampingan, pelatihan oleh fasilitator berupa manajemen keuangan dan pencatatan keuangan serta pembinaan di bidang produktivitas kerja dan usaha.

“Setiap tahun kami memberikan bantuan kepada 700 pelaku usaha dengan usaha berbeda-beda. Pendampingan selama delapan bulan. Bantuan keuangan tidak diberikan, tapi bantuan berupa mesin peralatan dan bahan baku,” ujar Awi.

Baca juga: Dekranasda Kota Jayapura beri bantuan hibah pelaku usaha

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan dengan bantuan tersebut dapat memacu kreativitas dan inovasi produk usaha agar tumbuh dan berkembang sehingga meningkatkan ekonomi keluarga dan ekonomi di ibukota Provinsi Papua tersebut.

“Pelaku usaha yang menerima bantuan agar semakin tekun mengelola usaha supaya bisa mendiri dan menghasilkan produk berkualitas guna mengisi pangsa pasar dan berdaya saing,” ujar Rustan.

Rustan menambahkan agar terus dilakukan pembinaan kepada pelaku usaha kerajinan maupun industri lainnya, dan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD terkait membuat program kerja yang dapat membuat pelaku usaha bisa sukses.

“Jangan sampai setelah pemberian bantuan tidak ada pekerjaan yang dihasilkan sehingga menjadi sia-sia. Rajin, tekun, dan semangat agar bisa sukses,” ujar Rustan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts