Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menegaskan perubahan nama Bandar Udara Internasional Sentani menjadi Bandar Udara Internasional Theys Hiyo Eluay bukan sekadar mengganti nama. Awoitauw menyebut Theys Hiyo Eluay adalah tokoh berkarisma, dan tokoh adat yang menjadi poros perubahan seluruh masyarakat adat di Papua.
Hal itu disampaikan Awoitauw saat memberikan sambutan dalam ibadah syukur pergantian nama bandar udara utama di Papua itu. Ibadah itu berlangsung di lapangan Theys Hiyo Eluay, Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Sabtu (7/11/2020).
“Ada pertanyaan muncul, ‘kenapa harus menggunakan nama Theys Hiyo Eluay?’ [Bagi saya], ketokohannya yang terpenting,” ujar Awoitauw.
Baca juga: Ketokohan Theys Eluay layak diabadikan sebagai nama bandara
Ia menyatakan publik tidak perlu berdebat lagi soal nama yang sudah ditetapkan sebagai nama bandara di Sentani itu. Awoitauw menjelaskan Theys Hiyo Eluay adalah figur yang memprakarsai lahirnya Lembaga Musyawarah Adat (LMA) di Papua. “Theys memiliki visi yang besar, yaitu bagaimana masyarakat adat masuk dalam zaman moderenisasi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” katanya.
Awoitauw berharap semua masyarakat memiliki presepsi yang sama menyikapi nama Theys Hiyo Eluay yang disematkan sebagai nama bandara di Sentani itu. “[Theys Hiyo Eluay] adalah figur bagi masyarakat Papua, juga [masyarakat] Indonesia pada umumnya. Theys sudah membela hak-hak dasar masyarakat Papua, khususnya orang Sentani. Ia juga hak asasi manusia. Oleh sebab itu, nama besarnya harus dijaga dengan baik,” ucap Awoitauw.
Secara terpisah, Ketua Panitia Ibadah Syukur yang juga putra mendiang Theys Hiyo Eluay, Yanto Eluay menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah daerah masyarakat yang mendukung nama ayahnya dijadikan nama baru bandara di Sentani. “Dewan Perwakilan Rakyat Papua telah menyepakati perubahan nama bandara melalui sidangnya. Itu juga penting untuk diperhatikan oleh masyarakat,” pungkasnya.(*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
