Buntut aksi perusakan di Asmat, 11 orang ditangkap polisi

Papua-Kapolres Asmat
Kapolres Asmat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dhani Gumilar- Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, JubiKantor Bupati dan kediaman Bupati Asmat, Elysa Kambu, serta kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, juga beberapa rumah serta toko di sekitarnya dirusak massa, Rabu (3/3/2021) sekitar pukul 12.30 waktu Papua (WP).

Perusakan dilatarbelakangi ketidakpuasan massa usai Elysa Kambu-Thomas Eppe Sanfanto dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Asmat oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, kemarin.

Read More

Kapolres Asmat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dhani Gumilar, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (4/3/2021), membenarkan kejadian tersebut. Kini 11 orang telah diamankan ke Mapolres setempat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita masih melakukan pengembangan penyelidikan dengan memeriksa secara marathon kepada 11 orang itu, sehingga belum ada yang ditingkatkan statusnya menjadi tersangka,” ujar Kapolres.

Sejumlah fasilitas yang dirusak massa, lanjut Kapolres Gumilar, seperti kaca jendela, pintu, maupun pot bunga di sekitar halaman.

Baca juga: Bawaslu Asmat pastikan protokol kesehatan Covid-19 di TPS

Ditanya motif perusakan, Kapolres Gumilar mengaku akibat ketidakpuasan dari massa yang tak menerima Elysa-Thomas dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Asmat oleh Gubernur Papua.

Namun demikian, jelas Kapolres Gumilar, situasi kini sudah dapat dikendalikan dan masyarakat mulai melaksanakan aktivitas seperti biasa.

“Kami  terus meningkatkan patroli gabungan TNI/Polri,” katanya.

Ditambahkan, Polres Asmat juga meminta tambahan 20 anggota Brimob dari Merauke dan sudah tiba, sekaligus melakukan pengamanan di sejumlah tempat vital. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts