ASN Pemkot Jayapura diminta aktif bantu penanganan pandemi Covid-19

ASN Pemkot Jayapura, Papua
Pemkot Jayapura setelah melaksanakan upacara bersama di lapangan kantor Wali Kota Jayapura - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekey, minta aparatur sipil negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura untuk berperan dalam membantu penanganan pandemi Covid-19.

“Karena arahan Presiden dan Wakil Presiden mengamanatkan agar bersama-sama menangani pandemi ini terutama dalam situasi PPKM mikro darurat saat ini,” ujar Pekey di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Jumat (16/7/2021).

Read More

Dikatakan Pekey, ASN memegang peranan penting untuk menjadi teladan dalam kepatuhan penerapan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing dan masyarakat.

“Seperti mensosialisasikan memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun dan air supaya terhindar dari Covid-19,” ujar Pekey.

Pekey menambahkan meski diberlakukan PPKM mikro darurat, ASN tetap melaksanakan tugas, semangat kerja, dan produktif serta aktif menggerakkan dan mengorganisir masyarakat agar bersam-sama mematuhi imbauan pemerintah, baik daerah maupun pusat.

“Sistem kerjanya tetap diatur, seperti ada yang bekerja dari rumah dan di kantor. Pimpinan instansi mengatur jam kerja dan jumlah pegawai di kantor. Kinerja tidak boleh kendor karena masyarakat membutuhkan pelayanan dari pemerintah,” ujar Pekey.

Pekey berharap peran serta ASN dalam membantu penanganan pandemi Covid-19 dapat mencegah penyebarannya agar aktivitas di ibukota Provinsi Papua itu kembali normal.

Baca juga: Pemkot Jayapura tunda belajar tatap muka

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik harus tetap jalan, karena itu sudah menjadi tugas pokok ASN sebagai abdi masyarakat.

“Dalam PPKM mikro darurat ini, apabila tidak ada tugas yang mendesak di kantor maka ASN harus produktif bekerja dari rumah dan menjadi contoh teladan proaktif baik di lingkungan tempat tinggal masing-masing maupun dalam lingkungan keluarga,” ujar Rustan.

Dikatakan Rustan, tingginya angka penularan Covid-19 di ibukota Provinsi Papua itu, yang dalam sehari bisa mencapai 30-40 orang, membuat sebagian besar kelurahan di Kota Jayapura masuk dalam zona merah.

“Kita harus tetap waspada dan berhati-hati. Intinya tetap menerapkan protokol kesehatan. Saya berharap ASN Pemkot Jayapura ikut membantu dalam penanganan pandemi Covid-19,” ujar Rustan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts