500 ton beras Merauke dikirim ke NTT

Papua-Bupati Merauke-Romanus Mbaraka
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka - Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Dua kontainer beras hasil produksi petani di Kabupaten Merauke-Papua dikirim ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kapal tol laut trayek 28 Kendhaga Nusantara 7.

Pengiriman dilakukan sejak beberapa hari lalu dengan jumlah sekitar 500 ton. Kapal itu sedianya akan menyinggahi sejumlah pelabuhan di NTT yakni  pelabuhan Kupang, Waingapu, Sumba Timur (Sumtim), Atapupu (Atambua), serta Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat).

Read More

Hal itu diungkapkan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, kepada Jubi, Sabtu (2/10/2021). Dikatakan, pengiriman ratusan ton beras tersebut atas inisiatif beberapa rekanan swasta yang membeli beras langsung dari petani.

Namun demikian, kata bupati, sebelum dilakukan pengiriman, ia melakukan koordinasi serta komunikasi dengan Kementerian Perhubungan  RI terlebih dahulu.

Lebih lanjut bupati menjelaskan khusus pembelian beras oleh Kementerian Sosial untuk dikirim  ke Kabupaten Lembata, telah ada pembicaraan bersama Menteri Sosial, Tri Rismaharini. Dimana sedang diatur proses administrasi pembayaran.

“Jadi kuota untuk pengiriman ke Kabupaten Lembata tersendiri. Saya belum bisa pastikan, tetapi bahwa sedang dalam proses penyelesaian administrasi untuk pengiriman dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Ditambahkan,  dengan pengiriman perdana beras Merauke ke NTT tentu akan membuka peluang pasar ke depan.

“Sudah menjadi komitmen saya mendorong pasaran beras Merauke ke berbagai daerah di Indonesia Timur,” katanya.

Baca juga: Kemensos minta Pemkab Merauke kirim beras ke Lembata

Ketua Aliansi Petani Kabupaten Merauke, Bino, memberikan apresiasi kepada Bupati Merauke yang telah mengambil langkah untuk mulai memasarkan beras ke luar Papua, termasuk NTT.

“Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan kita bersama. Karena dengan begitu, petani akan terus termotivasi membuka lahan dalam skala lebih luas untuk pertanian,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts