Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Sejumlah 23 bangunan aset Pemerintah Kabupaten Keerom di Distrik Arso Timur terbengkalai dan tidak difungsikan untuk melayani masyarakat. Hal itu diketahui setelah Penjabat Sementara Bupati Keerom, Ridwan Rumasukun melakukan inspeksi mendadak pada Minggu (11/10/2020).
Sejumlah bangunan yang terbengkalai terdiri dari satu kantor distrik, satu aula, satu rumah dinas kepala distrik, dan 20 rumah pegawai distrik. Berbagai aset Pemerintah Kabupaten Keerom itu ditinggalkan para pegawainya sejak delapan bulan silam, saat pandemi Covid-19 merebak di Keerom.
Rumasukun menyatakan pihaknya akan segera memanggil para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Distrik Arso Timur, untuk meminta penjelasan atas terhentinya pelayanan publik di sana. “Bangunan itu harus kami fungsikan kembali. [Kami akan] memanggil teman-teman yang ada di [Distrik Arso Timur], untuk mendengar langsung permasalahan yang terjadi,” kata Rumasukun di Jayapura, Papua, Senin (12/10/2020).
Baca juga: ASN Keerom diminta netral dan tidak berpolitik praktis
Ia mengakui, lokasi Kantor Distrik Arso Timur cukup jauh dan terpencil dari permukiman warga, dengan jalan yang belum berasal. Berbagai bangunan yang ditinggalkan para ASN itu juga belum memiliki fasilitas yang memadai untuk menjadi tempat tinggal ataupun kantor, misalnya ketersediaan air bersih.
“Tata letak memang mempengaruhi pelayanan. Apalagi di situ tidak ada air bersihnya. Jangkauan masyarakat ke situ juga jauh, karena jalannya belum bagus,” kata Rumasukun.
Secara terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Blasius Waluyo Sejati menjelaskan Kantor Distrik Arso Timur terbengkalai sejak delapan bulan lalu, karena pandemi Covid-19 mewabah di Keerom. “Kantor Distrik Arso Timur itu bukan tidak berjalan selama 2 tahun. Laporan dari beberapa pegawai yang pindah ke Kantor Bupati, Kantor Distrik Arso Timur itu ditinggalkan 8 bulan yang lalu,” katanya. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
