Sorong, Jubi – Panti pijat di kompleks Viktory Kilometer 10, Kota Sorong ternyata melayani bisni pijat disertai ‘plus’ kepada setiap pelanggannya. Hal itu dibenarkan salah seorang pemilik panti pijat bernama Tiara.
“Plus yang dimaksud di sini adalah pijat plus ngobrol, lulur, seatsu, dan lain-lain, bahkan negosiasi seksualnya. Harganya berbeda-beda, tergantung kesepakatan,” kata Tiara kepada Jubi di Sorong, Minggu (13/9/2015).
Ia bahkan mengaku bahwa panti pijat itu dilengkapi tenaga keamanan, sebab sudah memiliki izin usaha yang ditangani Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambertus Jitmau.
Pengamat sosial di Sorong, Larasasti Inri menilai, bisnis pijat tersebut merupakan hal yang lazim, sebagaimana di kota-kota lainnya di Indonesia. Namun ia menyayangkan bahwa bisnis itu secara terang-terangan sehingga menimbulkan kesan bahwa tukang pijak adalah wanita penghibur.
“Ini berbahaya bagi karakter generasi kita. Tukang pijat, meski niatnya baik, akan dicap jelek,” kata Larasati. (Niko MB)




