Papua No. 1 News Portal | Jubi
Phnom Penh, Jubi – Pemerintah negara Kamboja mengeluarkan kebijakan menghapus aturan karantina dan perjalanan ketat bagi turis asing yang sudah menerima vaksin. Kebijakan itu sebagai harapan agar usaha di industri pariwisata bangkit usai yang dihantam pandemi Covid-19.
Negara Asia Tenggara itu mengakhiri pembatasan masuk dan perjalanan bagi pelancong penerima vaksin, menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh negara tetangga Thailand dan Indonesia. Sebelumnya otoritas membatasi mobilitas selama 18 bulan.
“Ini sebuah keputusan yang tepat sebab ketika lebih banyak turis yang datang (kembali) maka lebih banyak barang-barang yang dapat saya jual dan saya dapat menafkahi anak-anak saya lagi,” kata Men Vanna, 75, pemilik toko lukisan dan suvenir, Senin, (15/11/2021) kemarin.
Baca juga : Kamboja rawat pasien corona seorang bayi asal Prancis
Jenderal polisi kamboja ini dihukum penjara karena melanggar aturan pandemi
Korban tewas akibat bangunan roboh di kamboja bertambah jadi 36 orang
Tahun lalu Kamboja kedatangan 1,3 juta wisatawan asing dan sektor pariwisatanya meraup sekitar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp14,19 triliun.
Turis asing mengenal kompleks candi Angkor Wat di provinsi Siem Reap sebagai destinasi terbaik di Kamboja. Setiap turis yang datang harus menyerahkan hasil negatif tes COVID-19 dan melakukan pemeriksaan.
Kamboja sudah memvaksin hampir 90 persen dari 16 juta lebih penduduknya dan menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di Asia. (*)
Editor : Edi Faisol
