Papua No. 1 News Portal I Jubi
Gorontalo, Jubi – narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato, Provinsi Gorontalo, memanfaatkan sejumlah lahan yang disediakan pihak Lapas tersebut, dengan mengembangkan komoditas cabai.
"Hanya dengan modal Rp150.000 , sekarang mereka bisa panen rata-rata 30 kilogram setiap minggunya," kata Kepala Lapas Pohuwato, Rusdedy, Senin ( 11/09/2017).
Dia optimistis, hasil panen terus meningkat setiap minggu, dengan hasil penjualan sekitar Rp1 juta setiap minggunya.
Dari hasil penjualan cabai tersebut, ada pembayaran upah bagi napi pekerja serta pengembangan kegiatan perkebunan di Lapas Pohuwato.
Menurutnya, untuk saat ini baru lima napi yang melakukan kegiatan itu. Pihaknya berharap itu dapat memicu motivasi bagi napi lainnya.
Karena selain kegiatan bercocok tanam cabai, di lokasi Lapas itu juga ada kegiatan peternakan ayam dan itik, budidaya ikan nila serta ternak kambing dan sapi.
Kemudian ada industri pengolahan makanan dengan memproduksi keripik pisang, dempok, abon ikan bandeng, bandeng asap serta bandeng asin.
Program unggulan dari Lapas Pohuwato adalah industri pengolahan sabut kelapa menjadi Cocofiber dan Cocopiet, bahkan tahun ini juga akan menjadi industri Cocofiber terbesar di Indonesia dengan kapasitas 10 ton/hari. (*)
