Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua (MRP) mengajak seluruh masyarakat Papua untuk tidak golput, atau harus mengambil bagian dalam pesta demokrasi yaitu pemilihan umum (pemilu) serentak yakni pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilihan Legislatif pada 17 April 2019.
Hal ini dikatakan Ketua MRP, Timotius Murib kepada Jubi, Kamis (11/4/2019) di Jayapura.
“Yang tidak menggunakan hak pilihnya di Pemilu serentak nanti adalah orang yang tidak beradab. Dan saya yakin, masyarakat Papua yang masuk dalam DPT semuanya memilih,” katanya.
Murib menambahkan, walaupun lembaga yang dipimpinnya tersebut berperan dalam tatanan masyarakat adat Papua, namun untuk urusan Pilkada serentak nantinya pihaknya mempunyai kewajiban untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya.
“Masyarakat adat juga bagian dari pada negara ini. Untuk itu, kami mempunyai kewajiban untuk itu,” ujarnya.
Murib mengatakan, pada Pemilu serentak nantinya ada lima kertas suara yang harus dicoblos oleh masyarakat yaitu kertas suara pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPR RI, pemilihan anggota DPD RI, pemilihan anggota DPRP dan pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota.
“Kami ingin, masyarakat dapat memahami semua kertas suara yang sudah disosialisasikan oleh pihak penyelenggara. Intinya, gunakan hak pilih anda, karena dengan begitu kita turut serta membangun Indonesia dan Papua lebih baik lagi ke depan,” katanya.
Sementara, Ketua KPU Papua Theodorus Kosay mendukung apa yang dilakukan MRP dalam mensukseskan pesta demokrasi tersebut.
“Saya sependapat dengan pihak MRP, dan kami sebagai penyelenggara mengapresiasi imbauan dari pihak MRP yang merupakan lembaga kultur Papua,” katanya.
Kosay menambahkan, target KPU RI bahwa partisipasi pemilih pada Pemilu serentak pada 17 April 2019 adalah 70,50 persen pemilih.
“KPU di daerah termasuk kami di Papua akan mendukung dan berupaya agar seluruh masyarakat Papua yang sudah terdaftar dalalm DPT agar dapat menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.
Dikatakan, hak pilih tersebut sangat menentukan masa depan bangsa ini.
“Itu sama saja dengan kita memberikan kepercayaan kepada orang-orang yang kita pilih untuk membangun Indonesia dan Papua secara khusus. Nasib bangsa ini akan ditentukan pada 17 April 2019 dan akan berlanjut hingga lima tahun ke depan,” katanya. (*)
Editor : Edho Sinaga
