Miliki aset Rp23 triliun, Bank Papua diminta lebih berperan

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Papua meminta Bank Papua lebih berperan meningkatkan ekonomi daerah di Papua dan Papua Barat. Sebab Bank Papua salah satu bank dengan aset terbesar di Indonesia Timur.
 
“Dengan total aset Rp 23 triliun seharusnya Bank Papua dapat lebih berperan mendukung infrastruktur PON XX, tapi tanpa dukungan dari pemegang saham atau bupati dan wali kota tentu program itu tak berjalan,” kata Misran Pasaribu, kepala OJK Perwakilan Papua dan Papua Barat dalam sambutan pada Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017 di salah satu hotel di Jayapura, Selasa (21/2/2017).
 
Menurut Misran, peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti Bank Papua harus ditingkatkan bagi perekonomian daerah.
 
“OJK  akan mendorong komitmen Bank Papua terhadap upaya transformasi BPD, terutama upaya peranan peningkatan kontribusi ekonomi daerah,” katanya.
 
Sehingga Bank Papua, lanjutnya, bisa membantu perekonomian dan bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan memberikan pembiayaan-pembiayaan masyarakat dengan bunga kompetitif seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan lainnya.
 
“Kita dorong juga bank Papua bersindikasi dengan bank lainnya untuk pembangunan infrastruktur dalam rangka menyukseskan PON XX pada 2020,” ujarnya.
 
OJK menilai performa Bank Papua telah menyalurkan kredit sebesar Rp14 triliun dan tingkat loan to deposit ratio (LDR) sebesar 80 persen. Artinya, Bank Papua aktif menyalurkan kredit di Papua dan Papua Barat.
 
Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya berharap bank Papua menjadi kunci kesejahteraan ekonomi masyarakat Papua sebagai bank yang memiliki aset terbesar di Indonesia Timur.
 
Plt Direktur Utama Bank Papua Sharly Parrangan saat dkonfirmasi mengatakan, aset Rp23 triliun tersebut merupakan seluruh kumpulan aset dari deposito, tabungan, dan giro. (*)

Related posts