Mial: Harus ada regenerasi di tubuh Persipura

Para pemain muda milik Persipura Jayapura saat melakukan selebrasi gol - Jubi/Roy Ratumakin.
Para pemain muda milik Persipura Jayapura saat melakukan selebrasi gol – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

 Jayapura, Jubi – Prestasi Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura mulai menurun sejak meraih gelar juara terakhirnya pada 2016 lalu dimana Boaz Solossa dan kawan-kawan mengangkat thropy kemenangan pada turnamen Torabica Soccer Champions (TSC) A.

Read More

Penurunan prestasi tersebut menurut pengamat sepakbola Papua Mial Balebata Armand adalah karena tidak adanya regenerasi yang dilakukan oleh Persipura Jayapura.

“Saya melihat manajemen masih mempertahankan sejumlah pemain yang sebenarnya sudah tidak layak lagi berada di skuad utama Persipura,” kata Mial yang juga mantan pemain sepakbola Persidafon Dafonsoro tersebut kepada Jubi, Rabu (13/2/2019) di Jayapura.

Kata Mial, pemain seperti Boaz Solossa, Ian Kabes, Yohanes Tjoe, dan Imanuel Wanggai seharusnya sudah memberikan kesempatan kepada adik-adiknya yang saat ini mulai berkembang atau setidaknya sudah berada di tubuh Persipura Jayapura.

“Banyak pemain muda Papua yang dikontrakm oleh manajemen Persipura sejak musim lalu, namun hanya beberapa pemain yang bisa keluar dari zona nyaman mereka. Itu karena sang pelatih jeli melihat potensi mereka dan mengistirahatkan sejumlah pemain yang sudah menurun performanya,” ujarnya.

Mantan pemain Kedah FC (Malaysia) dan Saigon Port (Vietnam) tersebut menambahkan, dari sederet nama pemain lawas Persipura tersebut hanya Yustinus Pae yang performanya dari musim  ke musim tetap stabil.

“Dari pengamatan saya, hanya Yustinus Pae yang tidak tergantikan. Selama musim lalu, dia tidak pernah absen, dan selalu dimainkan sebagai pemain utama. Sedangkan Boci (sapaan akrabnya Boaz), Wanggai, Ricardo, dan Yohanes Tjoe mulai menurun sehingga kadang dimainkan, kadang tidak,” katanya.

Mial pun berharap para pemain tersebut bisa dengan jiwa besar memberikan kesempatan kepada para pemain muda.

“Seharusnya Boci bisa mencontohi Bambang Pamungkas (pemain Persija). Dia (Bambang) sudah tidak lagi menjadi pemain inti dalam tim, karena dia sadar bahwa dirinya tidak bisa bersaing dengan pemain muda milik Persija. Dia dengan lapang dada menerima itu. Buktinya, pemain muda Persija berkembang pesat,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan pelatih Persipura Jayapura U-19, Abdul Manaf yang juga sukses mengantarkan tim sepak bola itu meraih gelar juara kompetisi Liga 1 U-19 tahun 2017, menginginkan adanya regenerasi di tim senior Persipura Jayapura saat ini.

Apalagi, menurutnya, dua mantan pemainnya, Todd Rivaldo Ferre dan Gunansar Mandowen kini sudah bertransformasi menjadi pemain yang matang di lapangan.

“Regenerasi itu bukan hanya saya saja yang menginginkan, tapi banyak juga yang minta seperti itu. Karena untuk regenerasi Persipura kita lihat itu sudah pantas dilakukan,” ujar coach Abdul. (*)

 

Editor :  Edho Sinaga

Related posts