Masjid Al Aqsa tak dibuka untuk tarawih selama wabah corona

Papua, al aqsa
Ilustrasi, pixabay.com
Komplek Masjid Al Aqsa

Saat bulan Ramadhan biasanya puluhan ribu umat Muslim mengunjungi mengunjungi Masjid Al Aqsa dan Kubah Shakhrah untuk menunaikan tarawih

Papua No.1 News Portal | Jubi

Read More

Yerusalem, Jubi – Lingkungan Masjid Al Aqsa di Yerusalem tidak akan dibuka untuk pelaksanaan ibadah shalat tarawih pada bulan Ramadhan, yang dimulai pekan keempat bulan April ini. Langkah  itu dilakukan demi mencegah penularan virus corona lebih lanjut. Saat bulan Ramadhan biasanya puluhan ribu umat Muslim mengunjungi mengunjungi Masjid Al Aqsa dan Kubah Shakhrah untuk menunaikan tarawih.

Dewan ulama masjid, Kamis (16/4/2020) menyatakan keputusan untuk melarang tarawih di kompleks seluas 35 hektar itu, yang juga dianggap situs suci oleh umat Yahudi dan dikenal sebagai Bukit Suci, merupakan perpanjangan dari kebijakan yang sudah dikeluarkan sejak 23 Maret lalu.

Dalam pernyataan tertulis, dewan ulama menyebut bahwa keputusan tersebut memang menyakitkan namun “sejalan dengan fatwa hukum dan anjuran kesehatan”, dan umat Muslim diminta melaksanakan ibadah di rumah masing-masing selama Ramadhan demi keamanan.

Baca juga : Mulai hari ini sholat di masjid Al Aqsa ditangguhkan

Dituding diskriminatif terhadap Islam, China : Ada 24.400 masjid di Xinjiang

Penusuk bilal masjid di London didakwa kepemilikan senjata

Walaupun begitu, azan shalat lima waktu masih akan dikumandangkan dari Masjid Al Aqsa selama Ramadhan, dan para petugas di kompleks masjid juga masih diperkenankan masuk.

Kompleks Masjid Al Aqsa merupakan situs yang disucikan dalam ajaran tiga agama, yakni Islam, Nasrani, dan Yahudi. Ketiganya telah mengambil langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Misalnya, pada pekan lalu, umat Yahudi di sekitar Yerusalem diminta merayakan Paskah di rumah dan hanya berkumpul dengan keluarga inti. Padahal biasanya ibadah Paskah dilangsungkan bersama-sama di Tembok Ratapan.

Bagi umat Nasrani, peringatan dan ritual Paskah, yang biasanya digelar dengan ramai oleh umat di Gereja Makam Kudus, pada pekan lalu hanya dilakukan oleh sekelompok kecil rohaniwan gereja yang mengenakan masker.

Sejauh ini, otoritas Israel melaporkan setidaknya 140 kasus kematian akibat virus corona dan hampir 12.600 kasus infeksi virus tersebut. Sementara pasien meninggal dunia dan hampir 300 kasus infeksi tercatat di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina. Semua masjid di Gaza telah ditutup per 25 Maret, sedangkan di tepi Barat sejak 14 Maret. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts