Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Kepollisian India selatan menahan seorang penumpang pesawat yang baru tiba dari Dubai karena menyembunyikan lempengan emas seberat satu kilogram di dalam tubuhnya. Penumpang tersebut tiba di bandara Kannur Kerala dengan penerbangan GoAir dengan 972 gram logam mulia yang berbentuk pipih dimasukkan ke dalam anusnya.
Pejabat di Unit Intelijen Udara mengeluarkan lempengan emas dari tubuh pria itu pada Selasa, pekan lalu. Temuan itu bearawal saat otoritas Bandara India curiga melihat seorang pria berjalan dengan gerak-gerik aneh.
“Sedangkan penumpang lain dalam penerbangan yang sama juga kedapatan membawa 1,47 kilogram,” kata petugas.
Baca juga : Pesawat jatuh, PNG singkap kasus penyelundupan narkoba terbesar
Perbatasan RI-PNG rawan penyelundupan vanili dan ganja
Arab Saudi akan denda penyelundup jamaah haji hingga ratusan juta
Mereka tidak mengungkapkan bagaimana penumpang itu berusaha menyembunyikan emas yang ditumbuk menjadi pipih. Namun kantor bea cukai juga menyita 386 gram emas dari seorang penumpang yang mendarat di Kozhikode, yang juga dikenal sebagai Calicut, dalam penerbangan Air Arabia dari Sharjah.
Para pejabat mengatakan, emas itu disembunyikan di celana dalam penumpang agar tidak mencantumkan bukti manifes barang berharga yang dia bawa.
Temuan itu merupakan kasus ketujuh penyelundupan emas atau mata uang asing ke India dari negara Teluk yang dilaporkan oleh bea cukai India di Cochin minggu ini, dengan emas juga disita dari seorang penumpang yang terbang dari Muscat pada hari Minggu kemarin.
Tercatat pajak barang dan jasa atas emas di India adalah 18 persen, membuat penyelundupan logam mulia ke negara itu sering terjadi untuk mencari keuntungan. Dalam beberapa bulan terakhir, polisi menemukan sindikat penyelundupan dan menangkap penumpang yang mencoba membawa emas ilegal ke India.
Selama seminggu terakhir, beberapa Bandara di India melaporkan menyita emas antara 300 gram dan 3 kg yang dimasukkan ke dalam kapsul dalam bentuk pasta atau dilapisi pakaian dalam.
Dalam penyelidikan besar-besaran oleh petugas bea cukai di Kerala, emas seberat 30 kg senilai US$ 1,9 juta (Rp 28 miliar) disita setelah ditemukan tersembunyi di kunci silinder tahun ini.
Pejabat UEA dan India mengatakan mereka sedang bekerja untuk melacak sindikat kejahatan tersebut. Pejabat bea cukai mengatakan para penumpang pesawat yang kembali ke India sering menutupi emas di kotak cokelat, dompet, payung, dan pena untuk menghindari pajak. (*)
Editor : Edi Faisol
