Belasan mama Papua yang berjualan di Sota datangi DPRD Merauke

papua-DPRD-Merauke-pertemuan
Kantor DPRD Merauke yang beralamat di Jalan Brawijaya – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Belasan mama-mama Papua yang berjualan di Sota, perbatasan RI-Papua Nugini (PNG), mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, lantaran Pos Lintas Batas Negara (PLBN) hingga kini belum kunjung dibuka. Akibatnya, dagangan mereka tak terjual dan berdampak terhadap pendapatan mereka.

“Dalam beberapa bulan terakhir, setelah adanya pandemi Covid-19, pendapatan kami menurun drastis, lantaran PLBN tak kunjung dibuka. Tak ada pengunjung dari sebelah (PNG), dagangan kami tidak ada yang beli,” ungkap salah seorang pedagang, Mama Yasinta R, dalam dialog bersama Wakil Ketua II DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan, yang juga dihadiri anggota dewan lain, di ruangan rapat utama DPRD Merauke, Kamis (15/10/2020).

Read More

Selain itu, lanjut dia, pedagang yang hendak menyeberang membeli ikan dari warga PNG pun dilarang oleh petugas PLBN.

“Hampir setiap hari kami ditegur oleh petugas. Padahal kami juga ingin mengambil hasil warga negara tetangga untuk dijual,” katanya.

Baca juga: Gowes Lantamal XI Merauke dan pembagian sembako kepada masyarakat Sota

Dengan demikian, menurutnya, pasar mama-mama Papua tak berfungsi baik, karena PLBN Sota tak kunjung dibuka. Mama Yasinta juga mengeluhkan sikap berlebihan petugas yang selalu melarang atau mengawasi mereka.

Hal serupa disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Sota, Daud Dimar.

“Betul, mama-mama yang berjualan di perbatasan mengeluh lantaran PLNB Sota tak kunjung dibuka sampai sekarang,” katanya.

Dengan tak dibukanya PLBN Sota, lanjut dia, berdampak juga terhadap pedagang  yang berjualan sejumlah kebutuhan pokok.

“Ya, kami minta agar secepatnya PLBN Sota dibuka,” pintanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts