Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong pemerintah daerah (pemda) setempat untuk menyiapkan fasilitas pendukung atau infrastruktur bagi program pemberian vaksin Covid-19 yang rencananya akan mulai disediakan pada 2021.
Anggota MRP, Toni Wanggai, di Jayapura, Selasa (29/12/2020), mengatakan dengan disiapkannya fasilitas pendukung bagi vaksin Covid-19 diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat dari pandemi.
“Kami mengharapkan vaksin ini dapat membantu masyarakat pulih dari dampak pandemi yang telah melanda sejak Maret di Papua,” katanya.
Menurut Toni, pemerintah daerah, selain harus mempersiapkan tempat penyimpanan bagi vaksin ini, ke depan juga menyiapkan sumber daya manusianya.
“Jadi harus ada tenaga-tenaga medis yang disiapkan khusus menangani vaksin dan cara penggunaannya,” ujarnya.
Dia menjelaskan bisa saja pemerintah daerah menyisipkan pelatihan khusus bagi para calon tenaga medis yang sedang menempuh pendidikan di lembaga-lembaga kesehatan.
“Saya pikir kini instansi terkait, khususnya di bidang kesehatan, sudah terbiasa menangani dampak dari Covid-19 ini sehingga persiapan untuk vaksin tersebut bukan lagi menjadi masalah atau kendala,” katanya.
Dia menambahkan yang terpenting pemerintah daerah harus dapat menyosialisasikan program vaksinasi tersebut dengan baik kepada masyarakat sehingga tidak terjadi penolakan dalam penggunaan vaksin untuk menekan penyebaran Covid-19.
Baca juga: Pemkot Jayapura tambah Rp30 miliar untuk penanganan Covid-19 pada 2021
Sebelumnya, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan masih menunggu petunjuk teknis pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat.
“Pemerintah Kota Jayapura masih menunggu petunjuk yang diutamakan dalam pemberian vaksin, apakah tenaga kesehatan, guru,” ujar Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (28/12/2020).
Menurut Tomi Mano, pemberian vaksin mampu menekan penyebaran Covid-19, meski angka penularannya semakin menurun dan tingkat kesembuhan semakin meningkat.
“Rt/Ro hingga 28 Desember sudah 0,3 persen, angka kesembuhan 0,96 persen, dan angka yang dirawat 1,96 persen atau 289 pasien Covid yang dirawat di tujuh rumah sakit dan LPMP Papua di Kotaraja,” ujar Tomi Mano.
Untuk itu, Tomi Mano mengimbau kepada seluruh masyarakat di ibukota Provinsi Papua ini agar jangan sampai lengah, mengingat aktivitas di akhir tahun cukup tinggi agar tidak terpapar Covid-19.
“Saya nilai tingkat kesadaran dan kepatuhan disiplin protokol kesehatan masyarakat Kota Jayapura cukup tinggi. Kita tidak akan lengah karena Covid-19 ada di sekitar kita, maka 3M harus tetap diterapkan,” ujar Tomi Mano. (*)
Editor: Angela Flassy
