Papua No. 1 News Portal I Jubi
Gorontalo, Jubi – Sejumlah mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Gorontalo, mengaku telah siap menerapkan sejumlah program terkait konservasi dan lingkungan saat terjun ke desa-desa.
Mahasiswa Universitas Bengkulu, Shella Dwi Novitasari mengungkapkan ia dan empat rekannya yang mengikuti KKN tersebut telah mempersiapkan program khusus terkait kondisi desa yang akan ditempati masing-masing.
"Saya sudah mempelajari kondisi desa yang akan saya datangi. Program yang tepat adalah mendorong warga desa untuk mengembangkan desanya menjadi desa wisata. Mungkin lebih ke ekowisata," kata mahasiswi semester 7 Jurusan Kimia, Fakultas MIPA itu.
Shella sendiri akan menempati Desa Tilangohula Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango selama sebulan penuh. Sementara empat rekannya akan menempati desa yang berbeda-beda.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Trunojoyo (UTM) Madura, Mohamad Djasuli mengatakan pihaknya membawa lima mahasiswa terpilih untuk mengikuti KKN di Gorontalo.
Lima mahasiswa tersebut melalui proses seleksi dari sebanyak 1.414 mahasiswa peserta KKN reguler di kampusnya.
Program KKN yang akan diterapkan oleh mahasiswa UTM diantaranya konservasi di bidang pertanian, yakni pengembangan jagung tepung.
KKN Kebangsaan yang dilepas oleh Menristekdikti pada Kamis, 20 Juli 2017 itu diikuti oleh 600 mahasiswa dari 53 perguruan tinggi di Indonesia, disebar di 60 desa pada 11 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango.
KKN Kebangsaan juga diikuti mahasiswa dari University of Technology Malaysia dan Ehime University, Jepang.
Mahasiswa menerima pembekalan KKN dengan tema "Merajut tali kebangsaan melalui penerapan program konservasi lingkungan dalam mendukung kedaulatan pangan berbasis pemberdayaan" selama 19-22 Juli 2017 di Universitas Negeri Gorontalo.(*)
