Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,
Jayapura, Jubi – Masyarakat Paniai yang bermukim di sekitar Bukit Dupiya yang berada tepat di Enarotali Kota terpaksa harus mengungsi ke Toputo karena longsor yang terjadi pada Jumat (28/10/2016). Mereka mengungsi karena takut longsor yang terjadi semakin parah sejak hujan turun selama satu bulan belakangan ini.
"Minggu kemarin kami jemaat Eklesia terpaksa ibadah di aula Puskesmas Enaro Kota," kata Pendeta Yafet Pigay kepada Jubi, Senin (31/10/2016) melalui sambungan telepon dari Enarotali.
Pendeta Yafet menerangkan, ada sekitar 30 orang yang telah mengungsi dari Dupiya ke daerah yang lebih tinggi di sekitar bukit Toputo. Menurutnya, sebagian dari penduduk yang mengungsi ini, halaman rumah mereka sudah hilang karena longsor.
"Mereka mengungsi ke Toputo. Belum ada korban jiwa tapi kampung Dupiya (tepat di belakang gereja Eklesia) di bukit itu sudah kosong," ungkap Pendeta Yafet.
Lanjut Pendeta Yafet, hari ini (Senin) eskavator milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Paniai telah masuk ke kampung tersebut untuk membersihkan tanah yang longsor.
"Masyarakat mengharapkan bantuan sosial dari pemerintah dan ketersediaan tempat untuk mengungsi. Akan banyak yang mengungsi karena hujan masih turun dan kemungkinan longsor lanjutan masih ada," ujar Pendeta Yafet.
Badan Pengurus Jemaat BPJ Eklesia. Robby Kayame dikutip Humas Pemda Paniai, mengatakan, untuk beberapa minggu kedepan jemaatnya akan menggunakan ruang kelas Akper Paniai hingga Gedung Gereja diperbaiki kembali.
“Ya, ini bencana alam sehingga gedung gereja tidak dapat di pakai untuk melaksanakan Ibadah bersama sama jemaat. Sehingga, kami meminjam dua ruangan kelas Akper untuk di Pakai sementara” kata Robby Kayame
Dia memastikan, dalam satu dua minggu kedepan gedung Gereja Kingmi Jemaat Eklesia Enarotali telah rampung dikerjakan dan warga jemaat dapat beribadah kembali.
Sebelumnya, Gedung gereja Eklesia tertimbun oleh tanah longsor pada sabtu dini hari, 30 Oktober 2016, pada pukul 03:00 pagi. Hal ini disampaikan Gembala Jemaat Setempat. Sem Nawipa sabtu siang. (*)





