TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

LMA PB dorong KPK selidiki aliran dana Otsus di Papua Barat

papua
Ketua LMA Papua Barat Frangky Umpain. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Lembaga Masyarakat Adat Papua Barat (LMA PB) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama institusi penegak hukum lainnya, menyelidiki dan mengevaluasi total penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua jilid satu periode 2001-2021 di provinsi Papua Barat.

Hal ini ditegaskan ketua LMA Papua Barat, Frangky Umpain dalam acara para-para masyarakat adat di puncak hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun, 28 Oktober 2021, di Swissbel Hotel Manokwari.

Forum adat yang dikemas dalam diskusi sehari tersebut mengusung tema ‘Mengawal Otonomi Khusus Papua dalam bingkai NKRI demi pembangunan berkelanjutan di Papua Barat’.

“Pemuda asli Papua di provinsi ini harus bersatu untuk menatap masa depan yang lebih baik dalam kerangka Otsus. Triliunan rupiah dana Otsus yang sudah digelontorkan pusat selama 20 tahun lalu harus dievaluasi,” ujar Umpain.

Frangky Umpain mengatakan, berlanjutnya Otsus Papua sebagaimana UU Nomor 2 Tahun 2021, maka 20 tahun ke depan harus lebih baik dari 20 tahun lalu.

Dia menilai, supervisi KPK di provinsi Papua Barat beberapa tahun terakhir jelang berakhirnya Otsus jilid pertama, justru memanjakan para penyelenggara pemerintahan di provinsi ini.

“Tidak ada dampak signifikan dari supervisi KPK di Papua Barat. Bukti pembangunan di masa Otsus sangat minim bahkan masalah pendidikan dan kesehatan masih sangat jauh dari yang diharapkan,” ujarnya.

Dia lalu mendesak KPK untuk meningkatkan status supervisi dan pembinaan ke tahap penyelidikan khususnya dana Otsus untuk mengungkap aktor dibalik benang kusut Otsus Jilid pertama di provinsi ini.

Frangky mengakui bahwa diskusi sehari dalam acara para-para masyarakat adat ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, salah satu poin terkait evaluasi total pengunaan dana Otsus Papua 20 tahun lalu di provinsi ini.

“Kami hasilkan sejumlah rekomendasi untuk 20 tahun Otsus Papua ke depan agar lebih efektif dan tepat sasaran. Tapi kami juga rekomendasikan evaluasi penggunaan dana Otsus 20 tahun sebelumnya untuk dipertanggung jawabkan kepala rakyat Papua” ujarnya.

Selanjutnya dalam acara tersebut hadir sebagai pemateri, Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Kapolda Irjen Tornagogo Sihombing dan Kepala Kesbangpol Papua Barat Baesara Wael. (*).

Editor: Syam Terrajana

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us