Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Dogiyai, Agus Tebai mengatakan, Makamo sebagai grup musik daerah itu perlu didukung oleh Pemerintah daerah Meeuwo yang meliputi kabuaten Dogiyai, Deiyai, Paniai harus mendukung, baik itu Pemerintah Daerah, Bupati dan DPRD.
“Karena melalui lagu – lagu yang sudah dirilis oleh Makamo band itu telah mengangkat identitas diri , nilai-nilai kebudayaan yang kini tertinggal jauh karena pengaruh globalisasi. Mereka mengangkat pembangunan di Papua khususnya Kabupaten Meeuwo,”katanya kepada Jubi, melalui sambungan selulernya, Jumat (5/6/2020).
Mantan Jurnalis Jubi itu mengatakan, pemerintah harus memerhatikan wadah ini sebab Makamo band menjadi bagian dari kreasi anak-anak muda untuk memajukan daerah dalam bidang musik.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana Group Band Makamo ini bisa mengkaderkan pemuda-pemuda, menjauhkan mereka dari miras, isap lem Aibon dll. Agar mereka juga bisa berkreasi,” katanya.
Tebai mengapresiasi apa yang dilakukan Makamo Band dibawah arahan Yakobus Dogomo. “Sekarang tinggal bagaimana kita mendukung dan mendorong Makamo Band, tapi juga penulis buku, dan bentuk kreativitas yang galakkan oleh anak-anak meepago itu sendiri,” katanya.
Salah satu pemuda asal Dogiyai, Yance Agapa mengapresiasi Makamo Band yang menghadirkan musik pop dengan lirik berbahasa daerah. Menurutnya, generasi muda Dogiyai meminati musik akustik, hip-hop, reggae, dan beragam musik lainnya. “Makamo Band bisa merangkul dan membuat even bersama untuk Kabupaten Dogiyai, untuk menghibur masyarakat,” katanya
Marselino Yomkondo, pemuda lainnya mengaku bangga dengan hadirnya group musik Makamo Band, apalagi album tersebut bisa dikeluarkan dengan swadaya.
“Semoga Makamo hidup dan musik Papua terus berkembang, sebab musik bukan hanya sekadar hiburan tetapi bisa mengedukasi orang banyak,” katanya.
Makamo adalah band yang berbasis di Kabupaten Dogiyai, Papua, namun terbentuk di Kabupaten Nabire pada 15 Agustus 2015. Nama band itu, “Makamo”, diambil dari nama sebuah telaga di Lembah Kamuu, Moanemani, Dogiyai.
Band itu memproduksi album pertama mereka bersama tujuh personilnya. Mereka adalah Kalitus Iyai (drum), Sisko Iyai (gitar), Yuven Yobe (keybord), John Edowai (bass), Chaki Mote (gitar serta vokal), Marlin Ikomou (vokal), dan Maya Iyai (vokal), dengan Yakobus Dogomo sebagai manajer. Simak lagu lagu mereka di sini. (*)
Editor: Syam Terrajana
