Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,
Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang, Sinut Busup menyatakan landasan pacu Bandara Nop Goliat, di Dekai ibu kota Kabupaten Yahukimo perlu diperpanjang.
Meski kini pembangunan bandara itu telah rampung, namun landasan pacu bandara panjangnya kurang lebih 1.950 meter perlu ditambah.
"Minimal panjangnya bisa mencapai 2.500 meter," kata Sinut kepada Jubi, Rabu (1/2/2017).
Landasan pacu Bandara Nop Goliat perlu diperpanjangan lantaran kedepan akan didorong menjadi bandara penghubung di wilayah pegunungan tengah Papua selain Bandara Wamena di Jayawijaya.
"Ini karena beberapa kabupaten di sekitar Yahukimo misalnya Pegunungan Bintang, Nduga dan wilayah Selatan diantaranya Asmat, Merauke, Asmat dan Bovendigoel jarak tempuhnya lebih memakan waktu singkat jika penerbangan dari Yahukimo ke Makassar atau Jayapura," ujarnya.
Katanya, Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah bernegosiasi dengan sejumlah pemkab sekitar yakni Nduga, Asmat, Boven Digoel, Mappi, Pegunungan Bintang agar penerbangan bisa dilakukan dari bandara Nop Goliat Yahukimo ke sejumlah kabupaten itu.
"Apalagi beberapa maskapai direncanangan masuk ke Yahukimo. Selain Boeing milik Trigana, Wings Air direncanakan maskapai Batik Air rute Jakarta–Makassar–Jayapura–Dekai akan masuk. Juga masuk maskapai Deraya dan Hercules," katanya.
Bupati Yahukimo, Abock Busup juga mengajak Maskapai Garuda membuka penerbangan langsung Jakarta-Yahukimo maupun rute Jayapura-Yahukimo-Merauke melaluai Bandara Nop Goliat.
"Penerbangan langsung bisa mendorong pelayanan angkutan udara di Bandara Nop Goliat, Dekai. Dengan rute penerbangan langsung ke Yahukimo dapat mendorong percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat setempat," kata Abock belum lama ini.
Penambahan panjang landasan pacu Bandara Yahukimo merupakan proyek Kementerian Perhubungan dengan alokasi anggaran senilai Rp350 miliar. Ditargetkan, pengerjaannya rampung tahun ini. (*)
