Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,
Jayapura, Jubi – Menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan seruan kepada umat Katolik untuk memilih pemimpin yang bijak, menghayati nilai-nilai agama, peduli sesama, berpihak pada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan, serta peduli pada pelestarian lingkungan hidup.
Ketua KWI, Mgr. Ignatius Suharyo, menyatakan bahwa Pilkada adalah sarana dan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi. “Oleh karena itu, kita harus berpartisipasi dalam Pilkada dengan penuh tanggungjawab,” ungkap Mgr. Ignatius Suharyo melalui keterangannya yang diterima Jubi, Senin (14/11/2016).
Ignatius Suharyo menekankan proses Pilkada yang damai harus dikawal semua pihak. “Jangan sampai terjadi kekerasan dalam bentuk apapun. Kita perlu waspada terhadap berbagai upaya memecah belah dalam proses Pilkada,” tegasnya.
Gereja menurutnya harus berperan mendorong umat menggunakan hak partisipasinya sambil memastikan secara kelembahaan tidak terjebak masuk ke dalam politik praktis.
“Tentukan pilihan dengan cerdas, bertanggungjawab, sesuai suara hati. Jangan Golput!,” tuturnya.
KWI menekankan untuk tidak memilih calon pemimpin daerah yang berwawasan sempit, mementingkan kelompok, terindikasi koruptif dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan jangan dipilih.”
Pertengahan bulan lalu, tokoh lintas agama juga menggelar jumpa pers di Jakarta menyerukan seluruh umat beragama terhindar dari perpecahan yang berpotensi menganggu kerukunan antarsesama umat di berbagai daerah terkait persiapan Pilkada.
“Kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dalam perkataan dan perbuatan yang dapat mendorong pertentangan dalam masyarakat, khususnya menyangkut keyakinan agama, ras, golongan dan suku (SARA),” tegas mereka.
Hadir pada kesempatan itu Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Parisada Hindu Dharma, Perserikatan Gereja Indonesia (PGI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Wali Umat Budha Indonesia (Walubi).(*)





