Kulit kerang akan jadi cendera mata PON 2020

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Elsye Rumbekwan saat diwawancara - Jubi/Ramah.
Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Elsye Rumbekwan saat diwawancara – Jubi/Ramah.

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Jayapura akan menyiapkan logo Pekan  Olahraga Nasional (PON) di Papua sebagai salah satu souvenir ATAU cendera mata untuk atlet dan wisatawan yang datang dalam perhelatan olahraga 4 tahunan itu.

Read More

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Jayapura, Elsye Rumbekwan mengatakan, nantinya produk yang dihasilkan diharapkan mampu mendatangkan penghasilan tambahan bagi warga dan perajin kulit kerang di Papua.

“Tujuannya untuk menciptakan produk yang bisa menjadi oleh-oleh dari kerang-kerangan yang bisa dibeli oleh para pengunjung maupun peserta PON,” kata Elsye Rumbekwan di Jayapura, Sabtu (9/2/19).

Dikatakan Elsye, Dinasnya telah mengirim lima orang pengrajin ke Serang, Banten, untuk belajar cara mengolah kerang sebagai souvenir. Kerang dipilih karena Papua memiliki banyak bahan baku kerang yang bisa dimanfaatkan sebagai souvenir.

“Yang sudah belajar ini nantinya bisa mendampingi warga yang lain untuk tingkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada. Selain logo PON, ada juga perahu khas dan lambang Kota Jayapura,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B. Mano, mengatakan saat ini pihaknya fokus meningkatkan kemandirian ekonomi kreatif melalui pembuatan souvenir kerajinan tangan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kota Jayapura.

“Saat ini kami mulai melakukan pendataan semua souvenir yang akan dikembangkan. Para pengrajin nantinya menyiapkan sebanyak-banyaknya souvenir sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing baik dari Papua maupun non Papua,” ungkapnya.

Menurutnya, souvenir yang akan dikerjakan harus dibuat memiliki nilai jual, harganya murah dan terjangkau sehingga menarik minat baik warga lokal maupun wisatawan yang datang.

“Tahun ini kami menyiapkan tempat yang bisa menampung semua oleh-oleh kerajinan tangan yang sudah dibuat. Kami juga bekerja sama dengan pusat penjual oleh-oleh yang sudah ada,” ujarnya. (*)

 

Editor : Edho Sinaga

Related posts