Papua No. 1 News Portal | Jubi
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke terus mengencarkan sosialisasi kepada semua kalangan masyarakat. Kali ini sosialisasi pemilu digelar dalam bentuk dialog di Cafe Poenam, Sabtu (2/2/2019).
Tokoh agama, pegiat sosial, komunitas etnik, hingga akademisi dan mahasiswa menjadi peserta dialog. Dialog bersama ini berlangsung sekitar tiga jam.
Peserta dialog merasakan Pemilu 2019 tidak sesemarak tahun-tahun sebelumnya. Warga juga terkesan kurang antusias lantaran tidak ada lagi rapat akbar. Kampanye terbuka itu kerap memobilisasi massa dan menyuguhkan hiburan gratis sehingga menjadi salah satu daya tarik warga.
“Pesta demokrasi sekarang tidak terlalu ramai (semarak). Kondisi ini mengharuskan KPU bekerja ekstra dalam menyosialisasikan pemilu secara kontinyu kepada masyarakat, terutama calon pemilih,” kata Pastor Hengky Kariwob, peserta dari komunitas Katolik.
Pastor Hengky mengatakan KPU juga harus mendatangi sekolah maupun kampus untuk mengedukasi dan memotivasi pemilih muda atau pemula. Dia menilai kurangnya antusiasme warga saat ini juga berhubungan dengan kinerja dan rekam jejak para politikus.
Undangan terbuka untuk KPU menyosialisasikan pemilu kepada pemilih pemula ditawarkan Pemimpin Pondok Pesantren Almunawaroh, H Kadir.
“Kami berharap KPU menyempatkan waktu datang sekaligus memberikan pemahaman. Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan kepada pemilih pemula,” kata Kadir.
Sosialisasi sangat penting digencarkan, apalagi pemilu kali ini menyodorkan lima lembar surat suara untuk dicoblos oleh para pemilih. Pemilihan Presiden yang sebelumnya terpisah dengan pemilihan legislatif, kini digabung dalam sekali kesempatan pemungutan suara.
Urusan teknis memilih pun tidak luput ditanyakan peserta diskusi kepada pihak KPU Merauke. Itu, di antaranya menyangkut calon pemilih yang berpindah domisili.
“Bagaimana dengan calon pemilih di pinggiran Kondo yang telah berpindah ke Kokari. Apakah mereka harus kembali ke Kondo? Sementara kondisi alam kurang bersahabat,” kata Ketua Klasis GPI Papua-Merauke, Pendeta Viktor J Lira.
Daftar khusus
KPU telah menetapkan sebanyak 148.526 pemilih pada Pemilu 2019 di Kabupaten Merauke. Ketetapan tersebut tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Para calon pemilih tersebar di 20 distrik yang meliputi 11 kelurahan dan 179 kampung. Sebanyak 747 tempat pemungutan suara (TPS) disiapkan untuk pencoblosan di seantero Kabupaten Merauke.
TPS dikelompokkan berdasarkan daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Rinciannya, sebanyak 173 TPS di dapil I, 129 TPS di dapil II, 168 TPS dapil III, dan 154 TPS di dapil IV, serta 123 TPS di dapil V.
“Pada Desember 2018, telah ditetapkan DPT hasil perubahan II untuk Kabupaten Merauke, yakni sebanyak 148.526 pemilih. Selain itu, terdapat DPT tambahan,” kata Ketua KPU Merauke, Maria Theresia Mahuze.
Mahuze melanjutkan DPT tambahan sebagai revisi terhadap pencantuman calon pemilih yang belakangan dipastikan tidak bisa mencoblos karena kondisi tertentu.
“Ada lagi Daftar Pemilih Khusus. Ini bagi pemilih yang belum pernah terdaftar, tetapi memenuhi persyaratan untuk memilih. Mereka bisa langsung mendatangi TPS dengan menunjukkan KTP elektronik.”
Mahuze dalam kesempatan tersebut mengajak semua pihak bekerja sama dan saling bersinergi menyukses Pemilu 2019 di Merauke.
“Kami saat ini juga intens melakukan sosialisasi dan beberapa kegiatan lain, termasuk bimtek maupun simulasi pencoblosan surat suara.” (*)
Reporter: Frans L Kobun
Editor: Aries Munandar
