Kota Padang dorong pemanfaatan pekarangan produktif

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Padang, Jubi– Dinas Pangan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat menyerukan masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Dorongan itu terkait masih banyak lahan terlantar yang belum dimanfaatkan, sedangkan kebutuhan pangan masih harus didatangkan dari daerah lain.

"Kebutuhan pangan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk sementara lahan pertanian kian hari berkurang, solusinya dalam mengoptimalkan lahan pekarangan rumah," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Syahrial Kamat, Kamis (20/9/2018).

Pemkot Padang mengembangkan peningkatan ketahanan pangan berbasis pekarangan rumah lewat program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilakukan kelompok sadar wisata, Kampung KB, sekolah-sekolah, instansi pemerintah dan pekarangan masyarakat.

Selain itu juga mendorong  budidaya tanaman secara hidroponik atau akuaponik seperti yang dilakukan di  Rumah Dinas Wali Kota, sekolah-sekolah, rumah  masyarakat serta direncanakan di Lantai IV Pasar Raya Blok III.

“Ke depan akan berkoordinasi dengan OPD terkait  melibatkan Balai Penelitian dan Perguruan Tinggi tentang kajian dan pengembangan komoditi pangan sesuai spesifik lokasi,” kata Kamat menjelaskan.

Tercatat di kawasan kota padang meliputi di daerah Kampung Jambak, Sungai Pisang, Padang Sarai, Belimbing, Lapau Manggis, dan Pasir Jambak dijadikan daerah penghasil komoditi yang disesuaikan dengan lingkungan.  Kamat menyebutkan pengembangan sistem hidroponik juga memiliki prospek yang bagus dan  banyak diminati kaum muda.

Pemkot Padang telah menggelar pelatihan bekerja sama dengan Blasta Hidroponik yang didukung oleh organisasi Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP). Pelatihan itu melibatkan peserta para ibu dan remaja sebanyak 100 orang.

“Selain itu komunitas hidroponik di Kota Padang sudah meluncurkan Aplikasi Jual Beli Sayur Khusus Hidroponik. Jika pemanfaatan pekarangan dilakukan dengan optimal maka ketersediaan pangan keluarga dan peningkatan konsumsi pangan keluarga lebih terjamin,” katanya.

Tercatat terdapat 83 kelompok pelaksana Kawasan Rumah Pangan Lestari  yang tersebar di 11 Kecamatan. (*)

 

Related posts