Papua No. 1 News Portal | Jubi
Banjarmasin, Jubi – Kota Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan sudah memiliki 17 kampung iklim yang pengelolaanya dilibatkan masyarakat. Kampung iklim sebagai upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Pemkot setempat mendorong warga berpartisipasi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan mitigasi dampak perubahan iklim, termasuk di antaranya dengan mengelola sampah dan melakukan penghijauan.
“Kolaborasi ibu-ibu, bapak-bapak, serta warga semua, serta komitmen bersama, itu paling tidak sedikit yang kita sumbangkan untuk bisa menyejukkan alam semesta dan bumi. Kita menyumbangkan oksigen dan juga menarik karbon dioksida,” kata Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, saat meresmikan kampung iklim di kompleks A Yani 1, dikutip Antara Senin, (20/9/2021).
Baca juga : Mandouw, kampung iklim dari Papua
Earth Hour Jayapura kembali lakukan Switch Off sebagai bentuk keresahan perubahan iklim
Hilangnya harmonisasi antara manusia Papua, budaya, dan lingkungan hidup
Saat peremian itu ibnu Sina juga menanam bibit pohon kuwini, kasturi, dan jeruk serta meresmikan Bank Sampah Seroja. Tercatat Kota Banjarmasin memiliki 300 bank sampah di 52 kelurahan yang ada di lima kecamatan.
“Dengan adanya bank sampah ini, mudah-mudahan sampah bisa dikurangi dari sumber, kemudian bisa dipilah dari sumbernya seperti sampah organik, sampah basah, dan sampah kering,” kata Sina menjelaskan. (*)
Editor : Edi Faisol
