Korban gempa di Solomon butuh penampungan

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Honiara, Jubi – Korban gempa yang mengguncang Kepulauan Solomon pada pekan lalu kini membutuhkan tempat penampungan, fasilitas kesehatan dan pendidikan. Hampir 10.000 jiwa penduduk kini masih hidup dalam kondisi serba kekurangan dan rumahnya masih dalam keadaan rusak berat akibat gempa berkekuatan 7,8 skala Richter di selatan negara tersebut, Makira.

Satu-satunya korban tewas dalam gempa besar tersebut adalah seorang gadis kecil berusia 11 tahun yang tertimbun reruntuhan bangunan rumahnya yang ambruk. Gempa besar itu kemudian diikuti beberapa gempa susulan berkekuatan lebih kecil disertai hujan deras hingga mengakibatkan longsor di beberapa titik lokasi di Makira.

Direktur Kantor Pusat Penanggulangan Bencana, Loti Yates mengatakan beberapa ratus bangunan dilaporkan rusak berat dan hancur akibat gempa bumi dan juga akibat diterjang gelombang tsunami yang disebabkan gempa pertama.

Yates mengatakan, kerusakan berat melanda beberapa gedung sekolah, penginapan dan fasilitas publik di Makira dan Ulawa, Malaita dan Guadalcanal. “Kami cukup beruntung juga karena bencana ini terjadi saat musim liburan sekolah. Meski sektor pendidikan akan sangat terpukul akibat gempa ini mengingat banyak kerusakan dan bangunan sekolah yang rubuh,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa ia juga mendapat laporan adanya kerusakan di wilayah perbatasan antara Kepulauan Solomon dengan Papua Nugini, tepatnya di Pulau Shortland akibat dari gempa yang terjadi di provinsi New Ireland, Papua Nugini.

Oleh karena itu, tim penanggulangan bencana yang ia pimpin harus membagi konsentrasi dan kekuatannya untuk meninjau korban di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau tersebut.

Dari provinsi Choiseul, Kepulauan Solomon, juga dilaporkan banjir dan longsor yang belum bisa dijangkau oleh tim yang dipimpin Yates. (*)

 

Related posts