KONI Papua segera panggil cabor buat evaluasi hasil fisik atlet

Sekum KONI Papua
Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya - Jubi/Sudjarwo Husain

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua masih menunggu evaluasi hasil tes fisik atlet untuk menentukan kontingen inti yang akan tampil pada iven Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Oktober mendatang.

KONI Papua dalam waktu dekat akan memanggil masing-masing cabang olahraga untuk melakukan evaluasi atas hasil tes fisik yang telah dijalani oleh para atlet.

Read More

Hasil tes fisik tersebut akan menjadi rujukan untuk menentukan kontingen atau atlet inti yang akan memperkuat Papua pada iven PON XX di 37 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, menyampaikan hasil tes fisik atlet sudah dipegang oleh pihaknya dan tinggal memanggil masing-masing cabang olahraga untuk menentukan siapa saja atlet yang akan didegradasi berdasarkan hasil tes fisik tersebut.

“Hasilnya semua sudah ada, tinggal nanti tim akan memanggil masing-masing cabang olahraga untuk melihat hasil atlet yang harus kita degradasi. Sehingga untuk bayangan kontingen inti kita sudah bisa terlihat,” ujar Kenius kepada sejumlah wartawan olahraga termasuk awak media Jubi, belum lama ini.

Hanya saja, Kenius membeberkan, kuota atlet yang nantinya akan didegradasi tidak dalam jumlah yang besar.

“Kemungkinan tidak banyak atlet yang akan didegradasi nanti, jumlahnya hanya beberapa saja,” beber Kenius.

Sebelumnya, Kenius Kogoya mengatakan pihaknya masih menunggu rekapitulasi hasil tes fisik yang dijalani oleh para atlet Papua di masing-masing cabang olahraga yang sedang dalam masa pemusatan latihan (TC) untuk mendapatkan jumlah atlet inti pada PON XX.

“Saat ini kita lagi sedang rekap atau mengecek atlet-atlet yang sudah melakukan tes fisik gelombang kedua, kita akan lihat hasilnya. Dari situ kita akan tentukan atlet yang potensial dan layak untuk masuk dalam skuad PON,” ujar Kenius.

Kenius menjelaskan nantinya hasil tes fisik tersebut akan menjadi rujukan untuk menentukan tim inti di masing-masing cabang olahraga, dan pastinya masih akan ada atlet yang harus terdegradasi.

“Jadi nantinya akan ada atlet yang didegradasi. Kita akan lihat atlet siapa yang layak, dan itu sudah ada bayangan nantinya siapa yang akan masuk ikut PON dan siapa yang tidak. Jadi kalau nantinya selama ini ada yang tidak latihan dengan baik kemudian pada tes paramater tidak menunjukkan hasil yang bagus yah kita pasti akan degradasi,” tekan Kenius.

Baca juga: KONI Papua masih tunggu hasil evaluasi tes fisik atlet

Sementara itu, tim futsal Papua juga belum menentukan atlet inti mereka yang akan diturunkan pada PON XX. Skuad tim Futsal Papua saat ini masih berjumlah 19 pemain.

Pelatih Daud Arim, mengatakan bahwa skuad-nya nanti akan dipangkas menjadi 14 atau 12 pemain untuk iven PON XX.

“Gambaran untuk tim inti sudah kita mulai dari sekarang, kemarin ada beberapa pertandingan yang kita ikuti untuk melihat itu. Kita akan melihat mana yang akan masuk skuad PON, dan mana yang kita degradasikan. Jadi di bulan Maret kita sudah bisa memulai latihan dengan jumlah kuota yang ditetapkan oleh KONI. Soalnya, tanggal 2 April kita harus sudah registrasi entry by name,” kata Daud.

Sedangkan, tim sepakbola Papua akan mendaftarkan 33 pemainnya pada entry by name setelah mendapatkan 3 pemain tambahan hasil pemantauan di turnamen Waena Cup.

“Kita sudah punya 30 pemain dan kita ada tambahan 3 pemain dari tim Asnab, Waena, dan Tunas Muda. Jadi kita akan daftarkan sesuai kuota entry by name. Dalam beberapa hari ke depan kita akan panggil 3 pemain itu untuk bergabung dengan tim kita untuk berlatih sambil kita menunggu kabar dari KONI Papua,” pungkas pelatih tim sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam. (*)

Editor: Jean Bisay

Related posts