Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Juru Bicara Komite Nasional Papua atau KNPB, Ones Suhuniap menyatakan KNPB tidak memiliki agenda untuk menggagalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua. Hal itu dinyatakan Suhuniap menanggapi pernyataan Kepolisian Daerah Papua bahwa KNPB akan menjadi ancaman bagi pelaksanaan PON XX Papua.
Sebelumnya, CNNINdonesia.com melansir pernyataan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal yang menyebut pihaknya mengantisipasi gangguan kelompok bersenjata terhadap pelaksanaan PON XX Papua. Polda Papua juga mengantisipasi demonstrasi KNPB untuk menggagalkan PON XX Papua.
Suhuniap mengatakan pernyataan itu tidak dapat dibenarkan, dan tidak berdasarkan realitas di Papua. Pernyataan itu juga mengesankan seakan-akan KNPB perusuh. “Jika Polda Papua [harus] memberikan bukti, kapan dan dimana KNPB menciptakan keonaran, atau ricuh mengakibatkan korban jiwa. Polda Papua jangan main tuduh sembarangan tanpa barang bukti,” katanya.
Baca juga: KNPB Maybrat bantah tudingan polisi terkait pembunuhan 4 anggota TNI
Ones Suhuniap menyatakan pernyataan polisi yang menyebut KNPB menjadi ancaman bagi pelaksanaan PON XX Papua hanya sensasi yang dibuat untuk mengkambing-hitamkan KNPB, atau disampaikan agar alokasi anggaran keamanan di Papua ditambah. Suhuniap mengatakan KNPB tidak mempunyai agenda untuk menggagalkan pelaksanaan PON XX pada Oktober mendatang.
“Kami tidak ada urusan dengan PON. Kami selalu memediasi aspirasi orang Papua untuk Penentuan Nasib Sendiri dari praktik kolonialisme Indonesia,”katanya kepada Jubi, saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Senin (6/9/2021).
Suhuniap meminta polisi berhenti mengkambing-hitamkan KNPB sebagai perusuh atau pelaku aksi anarkis. Ia menyatakan KNPB sudah 13 tahun hadir bersama rakyat Papua, dan hanya meminta pemerintah Indonesia memberikan hak Penentuan Nasib Sendiri bagi rakyat Papua.
“[Justru] aparat yang selalu menciptakan kekerasan terhadap demonstran. KNPB [hanya] memediasi perjuangan rakyat Papua,” katanya.
Suhuniap menegaskan KNPB tidak menginginkan terjadinya kerusuhan di Papua. Ia juga yakin rakyat Papua sudah cerdas. “Sekarang baru ketahuan siapa sebenarnya otak perusuh di Papua. Mari kita hitung berdasarkan fakta dan bukti. Berapa banyak orang Papua jadi korban dibunuh oleh polisi? Berapa banyak orang dibunuh oleh KNPB? Kasus penembakan Ferius Asso pada Agustus 2021 menunjukkan siapa sebenarnya perusuh di Papua,” kata Suhuniap.
Baca juga: KNPB ingin adukan kasus penembakan demonstran di Yahukimo
Ketua Umum KNPB Pusat Agus Kossay juga mengatakan KNPB tidak punya rencana untuk menggagalkan PON XX Papua itu. Ia meminta Polda Papua mencabut pernyataan bahwa KNPB berencana menggagalkan PON XX Papua.
“Kami tidak ada agenda untuk unjuk rasa damai menggagalkan PON XX yang akan diselenggarakan bulan depan. Itu salah satu upaya stigmatisasi, kriminalisasi, dan merusak citra KNPB,” kata Kossay.
Kossay juga meminta polisi tidak mengaitkan demonstrasi damai KNPB dengan aksi militer Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. “Kami meminta Polda tidak mengaitkan KNPB dan aksi TPNPB. KNPB melakukan aktivitas perjuangan secara damai, sesuai dengan undang-undang, di mana Indonesia sendiri telah meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik. Aktivitas TPNPB tidak ada kaitannya dengan kami,” kata Kossay. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
